EVALUASI SETTING RELAY OCR, GFR DAN RECLOSER PASCA REKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI PADA TRAFO 2 GARDU INDUK SRONDOL SEMARANG MENGGUNAKAN ETAP 12.6.0

*Isa Abdullah  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang , Indonesia
Juningtyastuti Juningtyastuti  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang , Indonesia
Susatyo Handoko  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang , Indonesia
Published: 9 Mar 2017.
Open Access

Citation Format:
Abstract
Sistem tenaga listrik yang terdiri dari komponen utama generator, transformator, dan saluran transmisi-distribusi tidak dapat dihindari bahwa cepat atau lambat sistem tersebut akan mengalami gangguan. Meningkatnya jumlah beban dalam suatu sistem tenaga listrik tentu akan menyebabkan naiknya presentasi terjadinya gangguan. Salah satu bentuk gangguan yang dapat terjadi pada sistem tenaga listrik adalah hubung singkat (short circuit), yang menyebabkan lonjakan arus yang disebut arus hubung singkat. Bentuk gangguan arus hubung singkat tersebut yaitu gangguan tiga fase, dua fase, dua fase ke tanah maupun gangguan fase ke tanah. Hasil evaluasi dengan menggunakan program ETAP 12.6.0 didapatkan arus gangguan hubung singkat tertinggi adalah 4190 ampere dan arus gangguan hubung singkat terendah adalah 650 ampere. Waktu kerja peralatan proteksi  terendah adalah pada recloser 2 yaitu 0,200 detik, sedangkan waktu kerja maksimum yaitu 6,259 detik pada relay GFR di sisi incoming. Pada simulasi koordinasi, relay proteksi yang bekerja dimulai dari recloser 2, lalu recloser 1 selanjutnya relay outgoing dan relay incoming sebagai back up protection. Koordinasi setting proteksi hasil perbaikan telah sesuai dengan standart IEEE242-1986 dengan grading time 0,2-0,5 detik dan tidak ada kurva koordinasi yang saling memotong dan mendahului.
Keywords: OCR, GFR, Recloser, Evaluasi setting proteksi, grading time , Koordinasi

Article Metrics: