PROYEKSI KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK APJ PEKALONGAN TAHUN 2014-2018 DENGAN METODE LOGIKA FUZZY

*Muhammad Hasnan Albab  -  Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Bambang Winardi  -  Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Karnoto Karnoto  -  Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 19 Nov 2015.
Open Access

Citation Format:
Abstract

Abstrak

Energi listrik memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, energi listrik banyak digunakan di berbagai sektor, baik sektor industri, rumah tanggga, komersial, sektor pelayanan umum dan lainnya. Agar tercapai penyesuaian antara pembangkitan dan permintaan daya, maka pihak penyedia listrik harus mengetahui beban atau permintaan daya listrik untuk beberapa waktu ke depan dengan melakukan peramalan beban listrik. Pada penelitian ini, untuk penyediaan energi listrik di APJ Pekalongan, diperlukan suatu perkiraan / peramalan kebutuhan energi listrik. Metoda peramalan yang digunakan adalah metode logika fuzzy. Peramalan yang dilakukan bersifat jangka panjang, yaitu sampai tahun 2018. Karakteristik peramalan biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, jumlah pelanggan listrik, data PDRB (Product Domestic Regional Bruto) dan lain sebagainya. Sehingga, metoda logika fuzzy ini menggunakan data historis / aktual yang diakumulasikan dalam beberapa periode waktu, yaitu dari tahun 2008 sampai 2013.  Dari   hasil   peramalan   menggunakan   metode Logika fuzzy,   menunjukkan bahwa kebutuhan energi listrik di APJ Pekalongan pada tahun 2018 sebesar 1.320.000 MWh. Nilai ini tidak jauh berbeda dengan peramalan yang dilakukan oleh software LEAP yaitu sebesar 1.351.262 MWh. Nilai kesalahan antara hasil peramalan logika fuzzy dengan software LEAP  sebesar 2,313%.

 

Kata kunci : logika fuzzy, peramalan kebutuhan energi listrik.

 

 

Abstract

 

Electrical energy has a very important role in human life, electrical energy is widely used in various sectors, such as industrial sectors, households, commercial, and other public service sectors. In order to achieve the adjustment between the power generation and the demand, the provider must know the load or the demand of electric power for some times to predict the power consumption. In this study, focus on the electric energy supply in APJ Pekalongan. In this case required an estimate / forecast of electricity demands. Forecasting method that was used was fuzzy logic method. Forecasting was done long-term, i.e. until 2018. These characteristics are usually influenced by several factors, such as the number of electricity customers, the data of GRDP (Gross Regional Domestic Product) and others. Thus, this fuzzy logic method used historical data that was accumulated in some period of time, i.e. from 2008 to 2013. The results of forecasting using fuzzy logic is showing that the electrical energy demand in in 2018 up to 1,320,000 MWh. The forecast made by LEAP software that is equal to 1,351,262 MWh. Value error between the fuzzy logic forecasting with LEAP software is 2.313%.

 

Keywords: fuzzy logic, forecasting electricity demand.
Keywords: ogika fuzzy, peramalan kebutuhan energi listrik

Article Metrics: