PENGARUH F/M RATIO PADA PRODUKSI BIOGAS DARI DAUN ECENG GONDOK DENGAN METODE LIQUID ANAEROBIC DIGESTION (L-AD)

Lathifah Laksmi Pradita, Syafrudin Syafrudin, Winardi Dwi Nugraha

Abstract


Persebaran eceng gondok (Eichhornia crassipes), secara umum dianggap sebagai gulma air, yang telah menjadi masalah yang merusak lingkungan, sistem irigasi dan pertania. Akan tetapi eceng gondok dapat dimanfaatkan dalam produksi biogas karena mempunyai kandungan hemiselulosa yang cukup besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari rasio F/M terhadap produksi biogas dari daun eceng gondok dengan metode Liquid Anaerobic Digestion (L-AD). Seperangkat alat percobaan pada laboratorium menggunakan biodigester 1500 ml yang dioperasikan pada kondisi anaerobik di suhu ruang. 200 gram eceng gondok dimasukkan ke dalam setiap biodigester dan dicampur dengan rumen sebanyak 25%, 50%, 75%, dan 100% dari berat eceng gondok (50 ml, 100 ml, 150 ml, dan 200 ml). Kandungan total solid dari eceng gondok dan rumen masing-masing adalah 13,52 dan 1,35. Dari kombinasi tersebut, rasi F/M yang digunakan di setiap reaktor adalah 39,76; 20,03; 13,32; dan 10,01. Proses degradasi selesai dalam 60 hari. Hasil menunjukkan bahwa rasio F/M berpengaruh terhadap produksi biogas. Hasil produksi biogas terbaik dari penelitian ini akan diperoleh jika rasio F/M berada dalam rentang 10,01-20,03 (sesuai dengan 25%-50% rumen) dengan eceng gondok sebagai substrat utama.

Keywords


Produksi biogas, Rasio F/M, Eceng Gondok, Liquid Anaerobic Digestion (L-AD)

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Teknik Lingkungan by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats