STUDI PENGARUH METODE L-AD (LIQUID ANAEROBIC DIGESTION) DAN SS-AD (SOLID-STATE ANAEROBIC DIGESTION) TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DAUN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes)

Fabiola Natalyn, Winardi Dwi Nugraha, Syafrudin Syafrudin

Abstract


Digestasi anaerobik adalah proses biokimia tanpa oksigen yang menguraikan senyawa organik kompleks oleh berbagai jenis mikroba anaerobik dan menghasilkan biogas.Salah satu senyawa organik kompleks yang dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan biogas adalah eceng gondok.Pada proses digestasi anaerobik diklasifikasikan menjadi dua metode bardasarkan kandungan total solidnya (TS) yaitu liquid anaerobic digestion (L-AD) untuk kandungan TS<15% dan solid-state anaerobic digestion (SS-AD) untuk kandungan TS>15%. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan metode yang terbaik untuk mengolah eceng gondok menjadi biogas.Pada penelitian ini dilakukan variasi total solid sebesar 24,13% dan 17,67% untuk metode SS-AD dan 7,67% dan 3,38% untuk metode L-AD. Pengukuran pada penelitian ini dilakukan selama 60 hari dengan kondisi suhu ruangan 26-28° C.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua metode memberikan pengaruh terhadap produksi biogas.Yield biogas yang dihasilkan dengan metode SS-AD dengan TS 24,13% dan 17,67% adalah 34,79 ml/grTS dan 52,98 ml/grTS. Dan Yield biogas yang dihasilkan dengan metode L-AD dengan TS 6,78% dan 3,38% secara berturut-turut adalah 177,33 ml/grTS dan 369 ml/grTS.Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa untuk mengolah eceng gondok menjadi biogas metode L-AD lebih baik daripada metode SS-AD.


Keywords


Biogas, Digestasi anaerobik, Eceng gondok,Kandungan total padatan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Teknik Lingkungan by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats