EFISIENSI PENYISIHAN BOD DAN PHOSPAT PADA AIR LIMBAH PENCUCIAN PAKAIAN (LAUNDRY) DENGAN MENGGUNAKAN FITOREMEDIASI TANAMAN KAYU APU (Pistia stratiotes L.)

Auliya Fairus Ramadhan, Endro Sutrisno, Sri Sumiyati

Abstract


Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambah jumlah bahan organik dan anorganik pada perairan sehingga dapat mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Salah satu penyebabnya yaitu industri kecil laundry merupakan salah satu industri yang paling cepat berkembang. Industri kecil laundry biasanya membuang limbah langsung ke badan air. Hal ini dapat menyebabkan akumulasi zat pencemar yang ada di dalam limbah tersebut dalam hal ini BOD dan Phospat. BOD dapat menyebabkan meningkatnya kebutuhan oksigen bagi mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik sementara phospat akan mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Dalam mengurangi dampak tersebut perlu dilakukan suatu metode pengolahan limbah yang murah dan efisien. Pada penelitian kali ini digunakan metode fitoremediasi untuk mengurangi limbah menggunakan kayu apu (Pistia Stratiotes L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan panjang akar dan jumlah tanaman untuk mereduksi kandungan BOD dan Phospat pada limbah. Penelitian ini berlangsung selama 14 hari menggunakan aliran limbah secara kontinyu dengan debit 7,5 ml/l. Tanaman yang digunakan terbagi atas 6 reaktor A, B, C, D, E, dan F. Dengan perlakuan Reaktor G sebagai kontrol, Reaktor A, B, dan C memiliki panjang akar kurang dari 10 cm, reaktor D, E, dan F lebih dari 10 cm. Jumlah tanaman yang digunakan yaitu reaktor A dan D 8 tanaman, B dan E 12 tanaman, serta C dan F 16 tanaman. Hasil pada penelitian kali ini menunjukan bahwa panjang akar dan jumlah tanaman mempengaruhi hasil dari pengolahan limbah laundry menggunakan proses fitoremediasi kayu apu (Pistia Stratiotes L.). Hasil paling optimum ditunjukan oleh reaktor F dengan panjang akar lebih dari 10 cm dengan 16 jumlah tanaman pada hari ke-10 dengan efisiensi sebesar 75,36% BOD dan Phospat sebesar 86,10% pada hari ke-12. Hingga hari ke-14 tanaman kayu apu (Pistia Stratiotes L.) masih dapat bertahan hidup akan tetapi banyak yang kondisinya sudah tidak memungkinkan dan terjadi banyak kerontokan pada akar dan kelopak daun.

Keywords


Fitoremediasi, limbah laundry, kayu apu, BOD, phospat

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Teknik Lingkungan by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats