PENGARUH PENAMBAHAN NANO- ZnO dan NANO-Al2O3 SEBAGAI AGEN ANTI BAKTERI DALAM PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT-KITOSAN TERHADAP BIOFOULING YANG DISEBABKAN OLEH BAKTERI GRAM NEGATIF

Ulva Yuni, Titik Istirokhatun, Heru Susanto

Abstract


Biofouling akibat keberadaan bakteri dalam air menjadi salah satu kendala dalam teknologi membran terutama membran selulosa asetat. Walaupun kitosan telah ditambahkan namun belum optimal dalam mencegah fenomena ini. Sehingga  dalam penelitian ini membran selulosa asetat-kitosan dibuat dengan blending nanopartikel ZnO dan Al2O3 variasi konsentrasi 0-4% untuk meningkatkan sifat antibakteri membran. Untuk mengetahui pengaruh penambahan kedua nanopartikel terhadap karakteristik membran dan membandingkan keefektifan antara keduanya maka dilakukan beberapa uji karakterisasi yang meliputi uji fluks, analisa gugus fungsi (FTIR), dan morfologi membran (SEM) serta uji antibakteri dengan metode zona hambat. Diperoleh nilai fluks membran modifikasi optimum pada konsentrasi nano-ZnO 2% senilai 169.37 (L.m-2.jam-1) dan nano-Al2O3 3% senilai 757.49(L.m-2.jam-1). Morfologi dan susunan gugus fungsi dalam matriks membran dapat dilihat dengan uji SEM dan FTIR. Bakteri yang digunakan sebagai uji sifat antibakteri membran adalah bakteri E.coli. Dari uji zona hambat terlihat penambahan nanopartikel belum menghasilkan sifat antibakteri yang optimal dimana zona bening yang terbentuk tipis pada konsentrasi ZnO 1% dan Al2O3 1 %. Nanopartikel dalam konsentrasi tinggi memicu terjadinya aglomerasi yang menyebabkan berkurangnya sifat antibakteri.

Keywords


Biofouling, nanopartikel ZnO dan Al2O3, antibakteri, E.coli

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Teknik Lingkungan by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats