PENGARUH PENAMBAHAN NANO-TiO2 SEBAGAI AGEN ANTI-BAKTERIAL DALAM PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT – KITOSAN TERHADAP BIOFOULING YANG DISEBABKAN OLEH BAKTERI GRAM NEGATIF DAN POSITIF

Esnahati Esnahati, Heru Susanto, Syafrudin Syafrudin

Abstract


Teknologi membran merupakan teknologi yang belum banyak dimanfaatkan dalam pengolahan air bersih maupun air minum, namun seiring berkembangnya zaman teknologi ini sangat diperlukan dalam pengolahan air. Salah satu kelemahan pengolahan air berbasis membran adalah terjadinya biofouling. Apalagi apabila bahan dasar membran tersebut adalah selulosa asetat yang mempunyai sifat biodegradable. Salah satu penyebab biofouling ini adalah adanya bakteri yang masih lolos dari unit sebelumnya sehingga menyumbat pori membran. Untuk mencegah terjadinya biofouling, membran selulosa asetat dikombinasikan dengan kitosan dan nano-parrtikel TiO2. Membran TiO2 menghasilkan nilai fluks optimum pada membran dengan konsentrasi TiO2 1 % yaitu sebesar 574,26 L/m2jam.  Setelah diketahui fluksnya, membran kemudian diuji SEM dan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi dalam membran tersebut. Uji yang paling penting disini adalah uji antibakteri menggunakan bakteri S.Aureus (Gram positif) dan E.Coli (Gram negatif) dengan metode zona hambat. Zona hambat ini kurang efektif sebagai metode uji antibakteri karena lapisan bening sekitar membran sangat kecil dan tidak terlihat jelas pada bakteri E.Coli. 

Keywords


Nano-partikel TiO2, Biofouling, E.Coli, S.Aureus

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Teknik Lingkungan by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats