ANALISIS KARAKTERISTIK VOCS (VOLATILE ORGANIC COMPOUNDS) PADA ASAP KEBAKARAN LAHAN GAMBUT FASE PEMBARAAN (SMOULDERING) DAN REKOMENDASI PENCEGAHAN KEBAKARAN LAHAN GAMBUT (STUDI KASUS: KABUPATEN SIAK DAN KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU)

Bintang Ekananda, Haryono Setiyo Huboyo, Syafrudin Syafrudin

Abstract


Salah satu sumber pencemaran udara adalah pembakaran biomasa (biomass burning). Di Indonesia, sulitnya mencari lahan untuk kegiatan perladangan menyebabkan sebagian masyarakat mulai beralih memanfaatkan lahan gambut untuk areal pertanian. Sebagian masyarakat mengambil jalan praktis untuk membuka areal pertanian dengan membakar lahan gambut. Kebakaran lahan gambut khsusnya fase smouldering menghasilkan lebih banyak gas berbahaya seperti volatile organic compounds (VOCs). Provinsi Riau di Indonesia merupakan salah satu provinsi yang sering mengalami kebakaran lahan gambut selama musim kemarau. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi VOCs yang diemisikan dari kebakaran lahan gambut (smouldering fire) dengan cara sampling langsung di titik api (sumber emisi) di Provinsi Riau tepatnya di Desa Langkai Kabupaten Siak dan Desa Rimbo Panjang Kabupaten Kampar, Indonesia. Dari hasil identifikasi terdapat 15 VOCs yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya yaitu Hydrazinebenzene, 1-Propanethiol, Cholestadiene, Cholesteryl Butyrate, Cholesteryl Benzoate, 2-Ethyl Nitrobenzene, 1,2,3-Benzotriazin-4(3H)-One, Nonadecane, 2-Ethylacridine, Cholesterol Acetate, Hexacosane, 2-Nitrobenzaldehyde, 2-Pyridinepropanoic Acid, 4-Nitrobenzohydrazide dan Cholesteryl Caprate. Kemudian diketahui terdapat peningkatan persentase VOCs di Desa Langkai Kabupaten Siak dan Desa Rimbo Panjang Kabupaten Kampar jika dibandingkan dengan VOCs pada background. Konsentrasi maksimum TVOCs di Kabupaten Siak sebesar 391.880 µg/m3 sedangkan di Kabupaten Kampar sebesar 195.940 µg/m3. Konsentrasi TVOCs di Kabupaten Siak 130,63 kali lebih besar dibanding baku mutu yang ada, sedangkan di Kabupaten Kampar 65,31 kalinya. 4. Rekomendasi yang diberikan untuk pencegahan kebakaran lahan gambut dimasa mendatang berupa manajemen hidrologi di lahan gambut dengan cara penyekatan parit-parit eksisting (canal blocking) untuk mengatur ketinggian muka air tanah dan penanaman vegetasi tahan api di sekeliling areal pertanian yang tetap menghasilkan nilai ekonomis seperti pisang, pinang dan pepaya sebagai sekat bakar buatan. 

Keywords


Pencemaran Udara, Kebakaran Lahan Gambut, VOCs, Kesehatan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Teknik Lingkungan by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats