KAJIAN PERKEMBANGAN GUNA LAHAN TERKAIT DENGAN PERDAGANGAN DAN INDUSTRI BATIK DI DESA TRUSMI KULON, PLERED, KABUPATEN CIREBON

Irnie Dwiyanti, Diah Intan Kusumo Dewi

Abstract


Abstrak: Aktivitas perdagangan dapat memberikan pengaruh terhadap lingkungan sekitarnya terutama dari segi guna lahan. Desa Trusmi Kulon merupakan desa wisata batik,  yang mempunyai jumlah showroom dari 45 showroom. Aktivitas tersebut membawa pengaruh terhadap guna lahan di Desa Trusmi Kulon. Desa Trusmi Kulon menjadi desa wisata batik yang kurang teratur dan kepadatan lingkungan yang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari kondisi bangunan dan arus lalu lintas yang cukup padat yang berakibat sirkulasi yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan guna lahan terkait perdagangan dan industri batik di Desa Trusmi Kulon, Plered, Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan korelasi untuk melihat hubungan antar dua variabel. Hasil penelitian yang di temukan adalah ada hubungan keeratan antara variabel penambahan tenaga kerja dengan penambahan luas lahan terbangun dengan nilai rs mendekati 1 (korelasi sempurna) yakni 0,930. Dibuktikan dengan hasil kuesioner penambahan luas lahan terbangun memiliki presentase 71%  atau luas lahan terbangun bertambah 1421 m2. Perluasan bangunan sebesar 74% atau mengalami perluasan bangunan 1055m2 dan bangunan baru sebesar 26% atau 366m2. Pada variabel penambahan tenaga kerja dengan perubahan fungsi penggunaan lahan tidak memiliki hubungan yang erat dengan nilai rs menjauhi 1 (korelasi tidak sempurna) yakni -0,414. Perubahan fungsi penggunaan lahan terjadi sebesar 61% atau 55 bangunan. Perubahan fungsi penggunaan lahan mayoritas terjadi pada permukiman/tempat tinggal menjadi permukiman/tempat tinggal dan showroom batik sebesar 60% atau 35 bangunan, sedangkan yang terkecil perubahan penggunaan lahan dari sawah/tanah kosong menjadi showroom batik sebesar 2% atau 1 bangunan.

 

 Kata Kunci : Penambahan Luas Lahan Terbangun, Perubahan Fungsi Penggunaan Lahan, Perdagangan dan Industri Batik

 

Abstract: Trading activities may give effect to the surrounding environment, especially in terms of land use. Trusmi Kulon village is a tourist village of batik, which has a number of showroom of 45 showroom. The activity had an impact on land use in the Village Trusmi Kulon. Trusmi Kulon village into a tourist village batik less regular and high density environments. It can be seen from the condition of the building and the traffic flow is pretty solid which resulted in poor circulation. This study aims to assess the development of trade and related land use in the batik industry Trusmi Kulon village, Plered, Cirebon regency. The method used is quantitative methods with techniques of quantitative descriptive analysis and correlation to examine the relationship between two variables. The results found that there was a closeness of relationship between variables with the addition of additional employment land awakened by rs value close to 1 (perfect correlation), which is 0.930. Evidenced by the results of the questionnaire have awakened the addition of land area 71% or the percentage of land area 1421 m2 woke increases. Expansion of the building by 74% or undergoing expansion and building of new 1055m2 building by 26% or 366m2. On the addition of variable labor with land use change function does not have a close relationship with the value of rs away from 1 (perfect correlation) which is -0.414. Function of land use change occurs at 61% or 55 buildings. Function of land use change occurs in the majority of settlement / residence to settlement / habitation and batik showroom at 60% or 35 buildings, while the smallest changes in land use of paddy / vacant land into batik showroom at 2% or 1 building.

 

Keywords : Development of the Land Use, Land Addition Built, Land Use Change Function


Full Text:

PDF


View My Stats