TRANSFORMASI FISIK SPASIAL KAMPUNG KOTA DI KELURAHAN KEMBANGSARI SEMARANG

Meidiani L Dewi, Wakhidah Kurniawati

Abstract


Abstrak: Semarang merupakan salah satu kota yang tumbuh dan berkembang melalui fenomena permukiman kampung kota. Namun, keberadaan kampung di Semarang terutama pada pusat kota saat ini semakin tergerus oleh adanya pengaruh dari pembangunan kota yang terus dilakukan melalui pengembangan kawasan-kawasan komersial di sekitarnya, salah satunya adalah kawasan kampung di Kelurahan Kembangsari. Fenomena transformasi fisik spasial kawasan kampung di Kelurahan Kembangsari terlihat dengan jelas terutama setelah tahun 2000 yaitu pada tahun 2005 dan 2012 dimana kawasan kampung mulai hilang seiring dengan pembangunan kawasan komersial. Tidak hanya pada penggunaan lahan, fungsi bangunan dan jalan serta pola penggunaan ruang permukiman di kawasan ini pun mengalami transformasi. Berdasarkan gambaran fenomena tersebut maka dirumuskan suatu tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis bentuk transformasi fisik spasial pada kawasan kampung kota di pusat kota Semarang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan positivistik dengan metode analisis yaitu metode spasial, metode distribusi frekuensi, dan metode deskriptif komparatif. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa bentuk transformasi fisik spasial yang terjadi pada kawasan kampung kota di pusat kota Semarang bervariasi tergantung pada masing-masing jalan yang melingkupinya. Pada kawasan kampung kota yang masuk dalam kawasan fungsional ekonomi Kota Semarang seperti Kelurahan Kembangsari mengalami transformasi yang cenderung kecil atau tidak signifikan (minor transformation), hanya pada kawasan di sekitar Jl. Gajahmada yang transformasinya cukup terlihat karena karakteristik kampung di Kelurahan Kembangsari itu sendiri kurang kuat, berbeda dengan transformasi pada kawasan kampung kota lain seperti Kauman yang dipengaruhi oleh lokasinya yang berdekatan dengan Pasar Johar dan aktivitas sosial budaya di dalamnya. Sedangkan untuk transformasi pada kampung Gandek Puspo dipengaruhi oleh perkembangan sejarah masyarakat di dalamnya.

Kata Kunci : Transformasi fisik spasial, kampung kota

 

Abstract: Semarang is a city that grows and develops through the phenomenon of urban kampong. Nowadays, the existence of kampong in the downtown of Semarang increasingly eroded by the influence of continuous urban development through the expansion of commercial areas in the vicinity. Kembangsari is one of them. After the year 2000, especially in 2005 and 2012, physical and spatial transformation of Kembangsari seen clearly, where the kampong began to disappear and changed to be commercial district. Besides the land uses, the building and road functions also spatial use of settlement in this district was changing. Based on the description of the phenomenon then formulated a research goal is to analyze the physical and spatial transformation in kampong areas at the downtown of Semarang. The approach used in this study is a positivistic approach with analysis methods including spatial, frequency distributions, descriptive and comparative methods. Based on analysis results, it is known that the physical and spatial transformation that occurred in the kampong area at the downtown of Semarang varies depend on its surrounding streets. In the urban kampong that belongs to the functional economic area of Semarang, such as Kembangsari Kampong, have not been undergo significant transformation because of less characteristic of the kampong itself. However the area around Gajah Mada street is quite visible. In contrast, the transformation in Kauman kampong is affected by its location near to Johar market and socio-cultural activities inside. As for the transformation of the Gandek Puspo kampong is influenced by the historical development of their community.

Keywords: physical and spatial transformation, urban kampong

Full Text:

PDF


View My Stats