EVALUASI TATA REKLAME PADA KORIDOR UTAMA KOTA MAGELANG

Monang Wijaya, Djoko Suwandono

Abstract


Abstrak: Reklame merupakan media publik untuk memperkenalkan barang maupun jasa secara dua dimensi dan selalu mempunyai sifat atau tujuan secara komersial. Keberadaan reklame yang ada muncul karena Kota Magelang merupakan kota yang strategis berada dijalur lintas provinsi Jawa Tengah – DIY. Melihat visi dan misi Kota Magelang sebagai “Kota Sejuta Bunga” maka penataan dan penempatan reklame tersebut berintregasi dengan baik agar menciptakan kesan estetika yang baik. Namun kenyataannya penataan reklame yang ada tidak tertata dan cenderung merusak pemandangan estetika kota bahkan pemerintah sering mencabut reklame-reklame yang dinilai ilegal pada Kota Magelang. Pendekatan evaluasi tata reklame ini sendiri akan bersifat secara deskriptif kuantitatif berdasarkan peraturan terkait penyelenggaraan reklame dan tanggapan masyarakat dipadukan dengan konsep perancangan estetika kota agar menggambarkan estetika positif. Konsep evaluasi penataan akan dilihat dari segi penataan ruang terbuka dipadukan dengan fungsi bentuk dan massa bangunan sehingga akan menemukan lokasi strategis yang secara ekonomi dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Magelang dengan ditambah penataan estetika kota yang akan membentuk estetika kota dari Kota Magelang serta peraturan terkait reklame dan tanggapan masyarakat disepanjang koridor utama Kota Magelang. Secara umum kondisi penataan reklame yang ada disepanjang koridor utama (jalan pemuda) secara nilai estetika kota menurut para masyarakat tidak terlalu menggangu nilai estetika kota yang ada di Kota Magelang walaupun ada juga keberadaan reklame yang menyalahi peraturan, teori dan standart yang telah ditetapkan. Tetapi hal yang perlu diperhatikan adalah penanganan ruang terbuka dan bentuk massa bangunan terhadap reklame yang ada.

 

Kata Kunci: Reklame , Estetika kota, Koridor Utama

 

Abstract: Public media advertising is to introduce goods or services in two dimensions and always have the nature or the purpose of commercially. The existence of the billboard emerged since the City Magelang is the strategic be on course inter-provincial Central Java - DIY. Seeing visions and mission City Magelang as City a Million Flowers  then the arrangement and siting the ads intergrated well so stage an esthetics good. But in fact the billboard add chaos that tend to deform scenery aesthetics city even the government often repeal ads advertisement is considered illegal City Magelang. the approach evaluation the ads will be based in descriptive quantitative concerning the ads and responses society combined with concept design aesthetics city to describe aesthetics positive. Concept evaluation the arrangement would be seen in terms of the spatial open combined with function form and mass of building so will find the strategic economically can produce local revenue (PAD) for a City Magelang with augmented structuring aesthetics the city to be form aesthetics city from City Magelang and regulations related ads and responses society along the main corridor City Magelang. In general condition structuring ads along the main corridor (pemuda road) in aesthetic value city according to the people not too bothers aesthetic value city in City Magelang even though there also banners which breaking rules, theory and standart set. But the thing to note is the handling of open spaces and the building of mass forms of advertising there is.

 

Keywords: Advertising, Aesthetics of The City, The Main Corridor


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats