KAJIAN KERENTANAN DI KAWASAN PERMUKIMAN RAWAN BENCANA KECAMATAN SEMARANG BARAT, KOTA SEMARANG

Mukhammad Arief, Bitta Pigawati

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat berbanding lurus dengan kebutuhan tempat bermukim
penduduk. Kurangnya daya tampung lingkungan permukiman yang layak bagi masyarakat memperluas
terjadinya pemanfaatan lahan permukiman di kawasan yang tidak sesuai. Banyak kawasan rawan bencana
yang digunakan sebagai kawasan permukiman. Tujuan penelitian ini  untuk mengkaji kerentanan di kawasan
permukiman rawan bencana Kecamatan Semarang Barat menggunakan metode penelitian kuantitatif
deskriptif dengan pendekatan spasial.  Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar permukiman berada di
kawasan rawan bencana yaitu seluas 1014,57 Ha ( 63,8 % dari luas permukiman atau  45,82 % dari seluruh luas
wilayah Kecamatan Semarang Barat). Faktor penyebab tetap bermukimnya masyarakat di kawasan rawan
bencana adalah  lama bermukim dan kondisi jenis rumah tempat tinggal. Analisis tingkat kerentanan wilayah
terhadap bencana menunjukkan wilayah Kecamatan Semarang Barat memiliki kerentanan yang bervariasi
mulai dari tidak rentan, kerentanan rendah, kerentanan sedang, hingga kerentanan tinggi. Terdapat 9
kelurahan yang teridentifikasi memiliki ketidaksesuaian terhadap arahan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota
Semarang karena terdapat permukiman di kawasan rawan bencana.

Keywords

Kerentanan, Kawasan Permukiman, Rawan Bencana

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.