PERSEPSI DAN PREFERENSI MAHASISWA UNDIP TEMBALANG UNTUK BERSEPEDA KE KAMPUS

Donny Cipta Utama, Agung Sugiri

Abstract

Kawasan pendidikan Kampus Undip Tembalang merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas terpadat di Kota Semarang. Kawasan ini dihuni oleh puluhan ribu mahasiswa. Kemacetan dan polusi udara juga terjadi di kawasan ini karena tingginya aktivitas dan penggunaan kendaraan bermotor oleh mahasiswa. Untuk mengurai kemacetan dan menurunkan tingkat polusi udara, pihak kampus telah menerapkan beberapa program, salah satunya adalah program penerapan jalur sepeda di kawasan kampus. Sejumlah sepeda juga disediakan oleh pihak kampus dengan bekerja sama dengan pihak swasta. Namun pada penerapannya, mahasiswa tetap menggunakan kendaraan bermotor untuk pergi ke kampus maupun melakukan aktivitas sehari-hari. Padahal sebagian besar mahasiswa bertempat tinggal pada jarak atau radius nyaman bersepeda yaitu ± 2 km. Maka dilakukanlah penelitian ini guna mencari tahu bagaimana upaya yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan minat mahasiswa bersepeda ke kampus. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu diidentifikasi terlebih dahulu mengapa minat dan preferensi mahasiswa untuk bersepeda ke kampus sangat rendah. Selain itu juga perlu digali lebih dalam mengenai penilaian atau persepsi mahasiswa terhadap kinerja program sepeda kampus saat ini. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan alat analisis deskriptif, pembobotan, serta skoring. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa rendahnya minat mahasiswa untuk bersepeda ke kampus sangat dipengaruhi oleh faktor fisik lingkungan kawasan Tembalang. Bentuk lahan yang berbukit serta keberadaan PKL dan parkir kendaraan di bahu jalan akibat fungsi perdagangan pada sejumlah ruas jalan sangat mempengaruhi minat mahasiswa untuk bersepeda. Faktor lain yang mempengaruhi rendahnya minat bersepeda mahasiswa adalah akses terhadap sepeda kampus yang sangat kurang serta karakteristik kendaraan bermotor yang lebih fleksibel dan praktis dibanding alat transportasi lainnya. Kinerja program sepeda kampus menurut mahasiswa saat ini masih kurang, terdapat beberapa aspek pendukung yang perlu mendapat perbaikan, antara lain kinerja vegetasi, jangkauan jalur sepeda, dan keamanan jalur sepeda. Pembangunan pos peminjaman sepeda menjadi prioritas fasilitas yang perlu dibangun untuk meningkatkan minat bersepeda, hal ini masih terkait dengan akses mahasiswa terhadap sepeda kampus. Pada dasarnya mahasiswa memiliki minat untuk bersepeda ke kampus, namun sejauh ini infrastruktur pendukung sepeda kampus dirasa belum memadai sehingga penggunaan sepeda hanya dinilai sebagai ajang rekreasi dan sarana olahraga, belum menjadi sebuah alternatif transportasi untuk menuju ke kampus.

Keywords

sepeda kampus, minat bersepeda, kinerja fasilitas, persepsi mahasiswa, preferensi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.