PEMBELAJARAN SOSIAL DALAM PERENCANAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS ( Studi Kasus : Program Peningkatan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP – BK) Kelurahan Kutoharjo)

Tri Wahyudi

Abstract

Dalam berbagai aktivitas perencanaan berbasis komunitas, terdapat berbagai fenomena yang disebut dengan pembelajaran sosial. Secara definisi, pembelajaran sosial dapat diartikan sebagai suatu proses dimana orang dikonfrontasi nilai dan kepentingannya dengan nilai dan kepentingan pihak lain yang berbeda, sehingga dalam proses ini individu-individu berinteraksi untuk belajar mengenai pandangan dan kepentingan mereka dalam konteks sosial (Healey, 1993). Dalam proses ini, diharapkan terjadi sutu transformasi pemikiran dari masyarakat untuk mau melaksanakan kerja sama dalam melaksanakan kegiatan perencanaa di kawasan mereka. Dalam konteks tata ruang, keberadaan permukiman yang tidak sesuai standar tersebut akan menyebabkan terbantuknya suatu tata ruang kawasan yang tidak sesuai dengan aturan dan standar yang telah ditentukan. Hal inilah yang menjadi dasar dilaksanakannya Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP – BK), dimanana program ini secara empirik berupaya untuk mengembangkan peningkatan kualitas permukiman masyarakat dengan mengedepankan basis komunitas lokal. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk menentukan bagaimana proses pembelajaran sosial (social learning) itu terlaksana dalam komunitas, dengan basis pengembangan kebijaksanaan lokal (local wisdom) yang dimiliki oleh masyarakat lokal tersebut. Diharapkan, upaya mendokumentasikan pembelajaran sosial yang yang terlaksana di wilayah studi, dapat menjadi suatu kajian dan pengalaman bagaimana proses pembelajaran itu terlaksana di suatu kawasan, dan dapat dimanfaatkan untuk sumber kajian dan pengalaman pengembangan tata ruang berbasis partisipasi masyarakat di kawasan lainnya di seluruh Indonesia.

Keywords

PLP - BK, Pembelajaran sosial

Refbacks

  • There are currently no refbacks.