KETAHANAN MASYARAKAT MENGHADAPI ROB DI KELURAHAN BANDARHARJO, SEMARANG UTARA

Elsa Monica, Mardwi Rahdriawan

Abstract

Kelurahan Bandarharjo yang berdekatan dengan Kali Semarang dan Kali Asin adalah daerah yang setiap harinya terkena rob. Frekuensi terjadinya rob bisa dua sampai 3 kali dalam satu hari dengan ketinggian genangan antara pertengahan mata kaki dan lutut. Seringnya terkena rob tidak membuat masyarakat memiliki keinginan untuk pindah ke tempat lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana bentuk ketahanan masyarakat menghadapi rob di lingkungan permukiman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif dan uji stastitik cross tabulation. Hasil dari uji stastitik crosstab adalah jenis rumah, jenis pekerjaan, jumlah pendapatan yang rentan menyebabkan masyarakat memilih bertahan di Kelurahan Bandarharjo. Ketahanan masyarakat tidak hanya mengenai bagaimana cara menghadapi terjadinya suatu bencana tetapi berkaitan dengan adaptasi yang dilakukan. Masyarakat yang rentan perekonomiannya melakukan adaptasi dengan memberikan tanggul atau papan di depan pintu rumah dan menyangga perabotan rumah tangga dengan batu bata. Sedangkan masyarakat yang tidak rentan perekonomiannya melakukan adaptasi dengan menaikkan lantai bangunan rumah dengan cara menguruk tanah atau melakukan renovasi bangunan rumah. Adaptasi terhadap lingkungan permukiman dengan cara peninggian jalan, paving jalan serta perbaikan saluran drainase. Adaptasi yang dilakukan masyarakat untuk mencapai ketahanan sehingga dapat menciptakan kenyamanan kembali di lingkungan permukiman. Masyarakat di Kelurahan Bandarharjo memiliki ketahanan sosial karena adanya rasa senasib antar masyarakat tetapi tidak memiliki ketahanan ekonomi karena rentan melakukan adaptasi.

Keywords

Kerentanan;Ketahanan Ekonomi;Ketahanan Sosial;Adaptasi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.