PELAYANAN KESEHATAN LINTAS BATAS DAERAH PUSKESMAS MRANGGEN III DI KAWASAN PERBATASAN KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN DEMAK

Tangguh L Semendawai, Hadi Wahyono

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah, pemerintah daerah diberikan wewenang dan hak untuk mengurus dan mengelola sendiri daerahnya dengan batasan wilayah sebagai batasan wewenangnya. Batasan-batasan tersebut bertujuan untuk memisahkan antara daerah satu dengan daerah lainnya agar tidak terjadi tumpang tindih serta overlapping wewenang dan kewajiban pelaksanaan pemerintahan. Namun, meskipun demikian ternyata masih banyak ditemukan permasalahan di kawasan perbatasan, khususnya mengenai pelayanan publik, mengingat masing-masing daerah tentunya mempunyai skala prioritas pengembangan dan pembangunan yang tentu saja berbeda dengan lainnya (Suryokusumo, 2008). Oleh karena itu dalam kaitannya dengan penjelasan diatas, maka dilakukan kajian penelitian dengan studi kasus penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan milik Kabupaten Demak oleh masyarakat Kota Semarang, dengan objek penelitian Puskesmas Mranggen III yang berada dalam wilayah administratif Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Adapun Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pelayanan kesehatan lintas batas daerah Puskesmas Mranggen III di kawasan perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Dari hasil analisis yang dilakukan peneliti, ditemukan bahwa pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas Mranggen III bukanlah satu-satunya faktor penyebab adanya pelayanan lintas batas daerah di kawasan perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Demak, melainkan adanya faktor lain yaitu faktor lokasi. Hal tersebut terlihat dari hasil observasi lapangan dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dan ditemukan bahwa beberapa masyarakat mengatakan alasan dasar mereka memilih Puskesmas Mranggen III sebagai sarana kesehatan yang sering dikunjungi selain disebabkan oleh pelayanan yang lebih lengkap (dari puskesmas lainnya disekitar tempat tinggalnya) juga disebabkan oleh jarak dan aksesibiltas yang mudah dijangkau dari tempat tinggal mereka.

Keywords

otonomi daerah;kawasan perbatasan;pelayanan publik;pelayanan kesehatan;sarana kesehatan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.