skip to main content

Pengukuran Intensitas Pergerakan Masyarakat Melalui Place Mapping Pada Kawasan Studentifikasi Kedungmundu Semarang

*Anastasia Mutiara Melinda  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Retno Susanti  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Studentifikasi merupakan perubahan sosial, budaya, ekonomi dan fisik suatu wilayah yang dipengaruhi oleh adanya lokasi pendidikan pada wilayah tersebut, dan terkait dengan perpindahan manusia di dalamnya. Kawasan Studentifikasi Kedungmundu Semarang yang mencakup Kelurahan Sambiroto, Kelurahan Kedungmundu dan Kelurahan Sedangmulyo memiliki perubahan kawasan yang salah satunya disebabkan aktivitas pergerakan manusia. Aktivitas pergerakan manusia tersebut akan mempengaruhi place value dalam kawasan studentifikasi dengan adanya perubahan ekonomi dan fisik suatu wilayah. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur intensitas pergerakan masyarakat melalui place mapping di Kelurahan Sambiroto, Kelurahan Kedungmundu, dan Kelurahan Sendangmulyo atau yang disebut sebagai kawasan Studentifikasi Kedungmundu Semarang. Pergerakan masyarakat di Kawasan Studentifikasi Kedungmundu Semarang berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi berupa perdagangan dan jasa, diantaranya untuk membeli barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka pada masa pasca pandemi. Dengan hasil place mapping yang menunjukkan intensitas pergerakan yang tertinggi, yakni berjumlah 367 jiwa/jam di perdagangan dan jasa pada hari kerja (weekdays) pada waktu siang hari pukul 12.00-13.00 WIB.
Fulltext View|Download
Keywords: Studentifikasi; Place Value; Place Mapping; Intensitas Pergerakan

Article Metrics:

  1. Appleyard, D., & Lintell, M. (1972). The environmental quality of city streets: the residents’ viewpoint. Journal of the American Institute of Planners, 38(2), 84–101
  2. Badan Pusat Statistik. (2020). Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Indonesia
  3. Cacciapaglia, M. A., Yung, L., & Patterson, M. E. (2012). Place Mapping and the Role of Spatial Scale in Understanding Landowner Views of Fire and Fuels Management. Society and Natural Resources, 25(5), 453–467
  4. Carmona, M. (2019). Place value: Place quality and its impact on health, social, economic and environmental outcomes. Journal of Urban Design, 24(1), 1–48
  5. Menteri Dalam Negeri. (2022). Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Indonesia
  6. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri. (2021). Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Indonesia
  7. Pemerintah Kota Semarang. (2021). Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031. Indonesia
  8. Smith, D. P., & Hubbard, P. (2014). The segregation of educated youth and dynamic geographies of studentification. Area, 46(1), 92–100
  9. Statistik, B. P., (2022). Hasil Survei Perilaku Masyarakat Di Masa Pandemi Covid-19 (16-25 Februari 2022). Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 BPS RI, 19
  10. Travlou, P., Owens, P. E., Thompson, C. W., & Maxwell, L. (2008). Place mapping with teenagers: Locating their territories and documenting their experience of the public realm. Children’s Geographies, 6(3), 309–326
  11. Zuhdi, A., & Ariastita, P. G. (2019). Faktor-Faktor Penentu Studentifikasi di Kawasan Sekitar ITS Sukolilo. Jurnal Teknik ITS, 7(2), C157-C161

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.