skip to main content

Transformasi Perumahan pada Kawasan Rumah Susun Pekunden di Kota Semarang

*Ajeng Puspita Diovanni  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Sunarti Sunarti  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Kondisi Rusun Pekunden saat ini terlihat kumuh. Perubahan yang terjadi pada unit hunian, sarana dan prasarananya dikhawatirkan dapat memberikan dampak negatif bagi penghuni dan kualitas lingkungan Rusun Pekunden. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi perumahan beserta faktor-faktor sosio-ekonomi yang mempengaruhi kecenderungan penghuni dalam melakukan perubahan perumahan di kawasan Rusun Pekunden. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik sampling jenuh (sensus), dimana seluruh populasi yaitu 88 pemilik rumah menjadi responden. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer dengan kuesioner serta teknik analisis berupa statististik deskriptif dan crosstab. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk transformasi di kawasan Rusun Pekunden termasuk kedalam kategori minor transformation dengan rata-rata persentase perubahan tiap aspek sebesar 18,15%. Transformasi tersebut dipengaruhi oleh perubahan perilaku penghuni serta beberapa faktor sosio-ekonominya yaitu jumlah anggota keluarga, pendapatan, lama tinggal, status kepemilikan dan tipe hunian. Meskipun transformasinya masih tergolong kecil, namun sudah terdapat tanda-tanda kekumuhan di Kawasan Rusun Pekunden. Oleh karena itu, dibutuhkan pengawasan secara lebih ketat dan berkala oleh lembaga yang sesuai dengan perannya agar dapat mencegah Rusun Pekunden menjadi kumuh kembali dan tetap layak huni.

Fulltext View|Download
Keywords: Ruang; Rumah Susun; Sosio-Ekonomi; Transformasi
  1. Aduwo, B.E., Ibem, E.O. & Opoko, P.A., 2013. Residents’ transformation of dwelling units in public housing estates in Lagos, Nigeria: Implications for policy and practice. International Journal of Education and Research, 1(4), pp.5–20
  2. Avogo, F.A., Wedam, E.A. & Opoku, S.M., 2017. Housing transformation and livelihood outcomes in Accra, Ghana. Cities, 68, pp.92–103
  3. Bramley, G. et al., 2010. Estimating housing need
  4. Dewi, M.L. & Kurniawati, W., 2013. Transformasi Fisik Spasial Kampung Kota di Kelurahan Kembangsari Semarang. Ruang, 1(1), pp.161–170
  5. Hassan, A., 2006. The Scale and Causes of Urban Change in Pakistan, Karachi: Ushba Publishing International
  6. Morris, E.W. & Winter, M., 1978. Housing, Family and Society, New York: Wiley
  7. Pongai, P.A., Tresani, N. & Tjung, L.J., 2017. Kecenderungan Transformasi Hunian: Pengaruh Defisit Hunian dan Faktor-Faktor Lainnya (Studi Kasus Perumahan Bumi Karawaci). Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 1(1), pp.262–271
  8. Sestiyani, E. & Sariffuddin, S., 2015. Identifikasi Perubahan Perumahan di Perumahan Bumi Wanamukti, Kota Semarang. Jurnal Pengembangan Kota, 3(1), pp.49–59
  9. Shiferaw, D., 1998. Self-initiated transformations of public-provided dwellings in Addis Ababa, Ethiopia. Cities, 15(6), pp.437–448
  10. Sjaifoel, E. & others, 2008. Kajian Perubahan Fisik Rumah Tinggal pada Permukiman Perumnas Martubung Medan. Sekolah Pascasarjana
  11. Sugiyono, M.P.K., 2012. Kualitataif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2010. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R&D Bandung: Alfabeta
  12. Sunarti, S. et al., 2018. Hierarchy model of Tambak Lorok slum area transformation to support marine tourism kampong. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. p. 12061
  13. Sunarti, S., Syahbana, J.A. & Manaf, A., 2015. Partnership Evaluation Model of Slum Upgrading in Mojosongo Sub-District, Surakarta City. In Partnership for Sustainable Housing and Urban Development. pp. 139–148
  14. Turner, J.F.C. & Fichter, R., 1972. Freedom to build: dweller control of the housing process, Macmillan

Last update: 2021-07-27 18:12:15

No citation recorded.

Last update: 2021-07-27 18:12:15

No citation recorded.