POLA PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR BERSIH OLEH MASYARAKAT SEBAGAI ANTISIPASI DAMPAK SALINISASI DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN JEPARA (STUDI KASUS KELURAHAN BULU, KELURAHAN KAUMAN, KELURAHAN JOBOKUTO DAN KELURAHAN UJUNGBATU)

Rahajeng Pramushinto, Samsul Ma’rif

Abstract

Perubahan iklim telah menjadi fenomena umum yang kian lama menjadi ancaman bagi keberlangsungan lingkungan hidup atau hidup masyarakat (Lapan, 2009). Salah satu akibat dari perubahan iklim di wilayah pesisir yang menjadi permasalahan adalah peningkatan salinitas (meningkatnya kadar garam pada air-air tanah). Salinisasi juga terjadi di Kelurahan Bulu, Kelurahan Kauman, Kelurahan Jobokuto dan Kelurahan Ujungbatu Kecamatan Jepara yang mengakibatkan jumlah air bersih di kawasan ini semakin berkurang disisi lain terdapat  keterbatasan kemampuan masyarakat secara ekonomi sehingga semakin mempersulit akses terhadap air bersih. Atas dasar permasalahan tersebut maka muncul research questions: “Bagaimana pola pemanfaatan sumber daya air bersih oleh masyarakat sebagai antisipasi dampak salinisasi di wilayah pesisir Kecamatan Jepara?”. Mengacu pada research question tersebut kemudian dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengkaji pola pemanfaatan sumber daya air bersih oleh masyarakat sebagai antisipasi dampak salinisasi di wilayah pesisir Kecamatan Jepara dengan aspek fisik, aspek lingkungan dan aspek masyarakat sebagai landasan dalam penelitian.Penelitian dilakukan dengan tahap-tahap analisis meliputi (1) analisis jenis penggunaan dan tipe pemanfaatan sumber daya air wilayah pesisir Kecamatan Jepara, (2) Analisis dampak negatif salinisasi terhadap sumberdaya air, (3) Analisis upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, (4) Analisis alternatif sumber air bersih di wilayah studi, dan (5) Analisis pola pemanfaatan sumber daya air wilayah pesisir. Dari tahapan analisis tersebut ditemukan hasil bahwa terdapat tiga pola pemanfaatan sumber daya air bersih yaitu pola pemanfaatan dengan kondisi kebutuhan air bersih tercukupi, pola pemanfaatan dengan kondisi kebutuhan air bersih tercukupi dengan syarat dan pola pemanfaatan dengan kondisi kebutuhan air bersih belum tercukupi dimana pada masing-masing pola pemanfaatan memiliki upaya dan alternatif dalam mencukupi kebutuhan air bersih. Upaya yang dilakukan antara lain efisiensi dan efektifitas dalam pemanfaatan, pengendalian air tanah berlebih dan upaya konservasi sumber air, sedangkan alernatif yang dapat dilakukan antara lain dengan penggunaan teknologi reverse osmosis, distilator surya dan pemanenan air hujan.

Keywords

Wilayah Pesisir;Salinisasi;Air bersih;Pola Pemanfaatan

Full Text:

FULL TEXT

Refbacks

  • There are currently no refbacks.