skip to main content

PERILAKU PERJALANAN RUMAH TANGGA PENGGUNA SEPEDA MOTOR YANG TINGGAL DI KAWASAN PUSAT KOTA (STUDI KASUS: KECAMATAN SEMARANG TENGAH)

*Kefas Radito Umbu Saki  -  Mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Okto Risdianto Manullang  -  Dosen Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Mardwi Rahdriawan  -  Dosen Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kawasan pusat kota adalah kawasan yang menempati lokasi sentral dengan jarak relatif dekat dengan lokasi aktivitas serta fasilitas yang ada dan dapat diakses dengan jaringan pelayanan angkutan umum, sehingga angka penggunaan kendaraan pribadi khususnya bagi penduduk yang tinggal di dalamnya dapat berkurang (Naess, 2005), namun kondisi tersebut tidak ditemui di Kota Semarang, di mana angka penggunaan sepeda motor cenderung tinggi yang ditunjukkan dengan angka ratio kepemilikan sepeda motor yang tinggi. Fenomena tersebut patut dicermati dari skala paling kecil yaitu rumah tangga sebagai pelaku utama pergerakan, dengan mengidentifikasi karakteristik perilaku perjalanan rumah tangga pengguna sepeda motor yang tinggal di kawasan pusat kota, di mana hal tersebut menjadi tujuan dari penelitian ini. Karakteristik perilaku perjalanan tersebut dikaitkan dengan aspek spasial, sosial-demografi, ekonomi, serta alokasi waktu aktivitas dan pola pergerakan. Berdasarkan hasil analisis dan temuan studi, diketahui bahwa suami dan istri memiliki perilaku perjalanan yang berbeda. Pergerakan suami lebih banyak dilakukan untuk kegiatan bekerja, sedangkan istri lebih banyak berperan dalam aktivitas rumah tangga. Selain itu, perilaku perjalanan rumah tangga pada saat hari kerja dan akhir pekan juga berbeda, di mana variabel yang paling mempengaruhi perilaku perjalanan pada hari kerja adalah aktivitas harian yaitu mengantar anggota keluarga, sedangkan pada saat akhir pekan, lebih dominan dipengaruhi oleh variabel aktivitas non-harian seperti rekreasi, jalan-jalan,dan mengunjungi kerabat. Usulan berdasarkan hasil penelitian ini adalah terkait pengambilan kebijakan oleh pemerintah mengenai isu transportasi, seperti kebijakan subsidi bahan bakar minyak dan penyediaan angkutan umum, yang perlu dikaji berbasis pada aktivitas atau perilaku perjalanan rumah tangga, sehingga kebijakan yang ditetapkan dapat sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain itu, juga diperlukan upaya dari pemerintah untuk membatasi penggunaan kendaraan sepeda motor khususnya di kawasan pusat kota.
Fulltext View|Download
Keywords: perilaku perjalanan;pengguna sepeda motor;kawasan pusat kota

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.