KAJIAN KEHIDUPAN MASYARAKAT KAMPUNG LAMA SEBAGAI POTENSI KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN KELURAHAN GABAHAN SEMARANG

Mustovia Azahro, Nany Yuliastuti

Abstract

Kelurahan Gabahan merupakan kelurahan paling padat di Kecamatan Semarang Tengah, kepadatan mencapai  26.544 jiwa/km2 (BPS Kota Semarang, 2011). Kepadatan bangunan yang tinggi serta minimnya ruang terbuka hijau menyebabkan penurunan kualitas lingkungan. Dalam kaitannya dengan perkembangan Kota Semarang, Kelurahan Gabahan pernah menjadi pusat Pemerintahan pada tahun 1659. Lokasinya yang berada di pusat kota mengakibatkan Kelurahan Gabahan mengalami tantangan dalam menghadapi tekanan pembangunan pusat kota. Pada akhirnya, banyak bangunan yang mengalami perubahan facade, sehingga memunculkan permasalahan mengenai terancamnya keberadaan kampung lama di pusat kota atau bahkan  hilangnya kampung lama. Namun, kehidupan masyarakat kampung lama pasti mempunyai potensi untuk mencapai keberlanjutan lingkungan permukiman dan berpengaruh dalam dalam penciptaan lingkungan kota yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek kehidupan kampung lama di Kota Semarang sebagai potensi keberlanjutan lingkungan permukiman di Kelurahan Gabahan. Kelurahan Gabahan dipilih sebagai lokasi penelitian karena keberadaannya di pusat kota yang mengalami tekanan pembangunan tinggi serta Kelurahan Gabahan yang masih menjadi bagian dari Kawasan Pecinan serta memiliki kehidupan yang harmonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat di Kelurahan Gabahan yang paling potensial adalah kehidupan sosial sedangkan kehidupan ekonomi tidak sepotensial kehidupan sosial. Kehidupan masyarakat sehari-hari banyak menggunakan ruang publik berupa jalan dan tepi Kali Semarang sebagai ruang interaksi. Kehidupan masyarakat mampu menjadi potensi keberlanjutan lingkungan permukiman dimana aspek kehidupan masyarakat sebagai potensi keberlanjutan lingkungan permukiman antara lain adalah frekuensi interaksi, pendapatan, ketidakinginan pindah, rendahnya intensitas konflik, kerja bakti, mata pencaharian, tingkat keamanan, tabungan perbulan, perayaan hari besar, kesehatan lingkungan, pekerjaan sampingan, keikutsertaan organisasi, rapat rt/rw/kelurahan, asal penduduk, antusiasme warga, tingkat pendidikan, lokasi interaksi, kegiatan sosial, lama tinggal, dan alasan tinggal. Frekuensi interaksi sebagai aspek kehidupan yang paling potensial untuk mencapai keberlanjutan.

Keywords

kampung Lama;kehidupan sehari-hari;ruang publik;keberlanjutan permukiman.

Full Text:

FULL TEXT

Refbacks

  • There are currently no refbacks.