skip to main content

Kajian Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Melalui Pemanfaatan Air Tanah Individual Pada Rumah-Rumah Kos Di Kawasan Pendidikan Tinggi Tembalang

*Clara Aprilia Sinurat  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Mardwi Rahdriawan  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
University region in Tembalang has scale services up to a national scale so
that attract many students from various regions. Thus occurred the temporary migration
processes that affecting the development of the activity of living or residing, and the land
use. The increasing number of people/students and the high needs of boarding houses
effect on the improvement of infrastructure needs, especially clean water. Provision of
clean water in settlements around the University region in Tembalang still not fulfilled
optimally. PDAM only able to meet the needs of houses as much as 30% and reach is
limited to the downtown area. That makes the boarding houses in the University region
in Tembalang choose to seek clean water through the utilization of ground water. The
purpose of this study is to investigate the characteristics of the water that produced from
groundwater utilization individually by the boarding houses in meeting their needs and
the role of stakeholders in response to a such activity. The method used in this research is
a combination method/mix method with Sequential Explanatory Design models that use
quantitative and qualitative methods which combined sequentially. Most of the boarding
houses that use ground water, water needs can be met in terms of quantity and quality.
So it is necessary the action of stakeholders with the goal of supply the clean water and
controlling the rate of utilization of ground water and increase groundwater infiltration
to stay balanced.
Fulltext View|Download
Keywords: Air Bersih, Air Tanah, Rumah Kos, Kawasan Pendidikan Tinggi

Article Metrics:

  1. Bisri, M. (2012). Air Tanah : Studi tentang Pendugaan Air Tanah, Sumur Air Tanah dan Upaya dalam Konservasi Air Tanah. Malang : Unversitas Brawijaya Press
  2. Chatib, B. (1996). Sistem Penyediaan Air Bersih. Diklat Tenaga Teknik PAM. Bandung : LPM-ITB
  3. Cholil, M. (1996). Kualitas Air Tanah Bebas Berdasarkan Satuan Permukiman di Kotamdya Surakarta. Tesis Pascasarjana Program Studi Ilmu Geografi Jurusan Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. UGM
  4. Creswell, J. W. (2009). Research Design Pendekatan Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Diterjemahkan oleh Achmad Fawaid. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
  5. Degremont. (1979). Water treatment handbook, 5th edition. New York : John Wiley & Sons Inc
  6. Handayani, A. Citra. (2011). Identifikasi Keterkaitan Perkembangan Universitas Diponegoro Terhadap Alih Fungsi Rumah Di Kawasan Pendidikan Tinggi Tembalang. Tugas Akhir Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang
  7. Heryani, D. (2006). Kajian Karakteristik Berlokasi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pendidikan Tembalang Kota Semarang. Tugas Akhir Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang
  8. Indriastuti, W. (2013). Pola Konsumsi Air Bersih Pada Rumah Kost Di Kawasan Pendidikan Tinggi Tembalang. Tugas Akhir Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang
  9. Kamala, A, dkk. (1993). Environmental Engineering and Pollution. New Delhi: Tata McGraw Hill Publishing Company Limited
  10. Kemmemer, J.C. (1976). Water Quantity Requirement for Public Supplies and Others Uses, In Handbook of Water Resources and Control. New York : Van Nonstrand Reinhold Co
  11. Kodoatie, R. J. (2003). Manajemen dan Rekayasa Infrastruktur. Yogyakarta : Andi
  12. Kodoatie, R. J. (2005). Pengantar Manajemen Infrastruktur. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
  13. Mulyatina, L. (2003). Analisis Ketersediaan dan Pengaturan Kegiatan Operasional Angkutan Umum Penumpang di Kawasan Pendidikan Tinggi Tembalang. Tugas Akhir Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang
  14. Noerbambang, M.S, & Morimura, T. (1993). Perancangan Dan Pemeliharaan Sistem Plambing Cetakan 5. Jakarta: Pradnya Paramita
  15. Pedoman/Petunjuk Teknis Manajemen Air Minum Perkotaan. (2002). Departemen Permukiman Prasarana dan Wilayah
  16. Peraturan Daerah Kota Makassar No.10 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Rumah Kos
  17. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah nomor 6 Tahun 2002 tentang Pengambilan Air Bawah Tanah
  18. Peraturan Pemerintah RI No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
  19. Prayoga, I. N. T. (2011). Pengaruh Gentrifikasi Terhadap Pertumbuhan Kawasan Tembalang Sebagai Permukiman Pinggiran Kota Semarang. Tugas Akhir Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang
  20. Raharjo. (2002). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Air Bersih di Kota Rembang. Tugas Akhir Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang
  21. Rahmayanti. (2004). Evaluasi Sistem Penyediaan Air Bersih Rumah Sakit Dr.Kariadi Semarang dengan Sistem Indeks. Tugas Akhir Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang
  22. Red, T. (1993). Analisa Faktor Jam Puncak dan Maksimum Harian. Air Minum, No. 65, Tahun 1993, Hal 19-23
  23. Suripin. (2001). Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta : Andi
  24. Sutrisno, T, & E. Suciastuti. (2010). Teknologi Penyediaan Air Bersih. Cetakan 7. Jakarta : Rineka Cipta
  25. Winarno, F.G. (1986). Pengantar Teknologi Pangan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.