PENGARUH PERKEMBANGAN AKTIVITAS EKONOMI TERHADAP STRUKTUR RUANG KOTA DI SWP III KABUPATEN GRESIK

Vibi Dhika Nilayanti, PM Brotosunaryo

Abstract

Kepadatan lahan yang terjadi pada Kota Surabaya mengakibatkan fenomena “urban sprawl” yang berdampak pada Kabupaten Gresik. SWP III adalah salah satu wilayah di Kabupaten Gresik yang menampung perluasan aktivitas dari Kota Surabaya. Hal tersebut yang mengakibatkan munculnya aktivitas ekonomi baru di SWP III, terutama untuk aktivitas industri dan permukiman. Namun perkembangan aktivitas ekonomi di SWP III juga dipengaruhi oleh kejenuhan lahan yang mulai terjadi di pusat kota Gresik. Perkembangan aktivitas ekonomi yang terjadi di SWP III tentunya akan mempengaruhi pola penggunaan lahan dan jaringan jalan yang menjadi prasarana utama dalam aktivitas ekonomi. Perubahan yang terjadi pada pola penggunaan lahan dan jaringan jalan dapat berdampak negatif pada keteraturan struktur ruang kota dan juga dapat mengancam kelestarian lingkungan serta ketersediaan pangan daerah karena terjadi konversi lahan pertanian menjadi lahan terbangun dalam skala besar. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perkembangan aktivitas ekonomi terhadap struktur ruang kota di SWP III Kabupaten Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dengan teknik analisis deskriptif argumentatif, deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dan deskriptif komparatif untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah diketahui bahwa aktivitas ekonomi yang berkembang di SWP III dari tahun 2004 – 2011 adalah aktivitas industri dan permukiman. Perkembangan kedua aktivitas ekonomi tersebut mengakibatkan terjadi konversi lahan pertanian menjadi lahan terbangun sehingga berdampak pada penurunan aktivitas pertanian di wilayah ini. Alih fungsi lahan yang terjadi ikut mengubah pola penggunaan lahan dan jaringan jalan di SWP III menjadi lebih padat, terutama pada Kecamatan Driyorejo dan Menganti yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya. Perubahan pola penggunaan lahan dan jaringan jalan di SWP III dari tahun 2004 – 2011 menunjukkan terjadinya perkembangan kota di wilayah ini. Namun perkembangan kota itu ternyata tidak sampai mengubah model struktur ruang kota di SWP III. Jadi dapat disimpulkan bahwa perkembangan aktivitas ekonomi di SWP III dari tahun 2004 – 2011 tidak berpengaruh terhadap struktur ruang kotanya. Perkembangan aktivitas ekonomi hanya mempengaruhi elemen pembentuk struktur ruang kota saja, yaitu pola penggunaan lahan dan jaringan jalan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Gresik dapat terus menjaga konsistensi rencana tata ruang yang telah dibuat sebelumnya agar tercipta keteraturan pola dan struktur ruang yang diharapkan, mengingat potensi perkembangan wilayah di SWP III yang cukup besar sehingga rawan untuk terjadi penyimpangan penggunaan lahan pada masa yang akan datang yang dapat mengancam kelestarian lingkungan.

Keywords

perluasan kota; aktivitas ekonomi; perkembangan kota; struktur ruang kota

Full Text:

FULL TEXT

Refbacks

  • There are currently no refbacks.