skip to main content

BENTUK-BENTUK ADAPTASI LINGKUNGAN TERHADAP ABRASI DI KAWASAN PANTAI SIGANDU BATANG

*Muhammad Miqdam Shidqi  -  Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Agung Sugiri  -  Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Fenomena abrasi tengah dialami oleh kawasan pesisir utara Pulau Jawa. Peningkatan kekuatan arus gelombang laut dan kondisi pantai tanpa penghalang menjadikan abrasi mudah untuk merusak kawasan tersebut. Kawasan Pantai Sigandu merupakan salah satu pesisir di Kabupaten Batang yang mengalami kerusakan parah. Keberadaan obyek wisata tersebut semakin terancam seiring besarnya abrasi yang merusak beberapa fasilitas di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk adaptasi lingkungan terhadap abrasi di kawasan Pantai Sigandu dan mengetahui cara meningkatkannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode campuran atau mixed method antara kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan secara berurutan. Metode pertama adalah kualitatif yang dilakukan dengan mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara pada beberapa instansi seperti DKP, Disbudpar, BLH, BPBD, dan Dishub. Wawancara tersebut dilakukan untuk mencari informasi terkait abrasi yang terjadi dan menggali indikator keberhasilan dari masing-masing bentuk adaptasi yang telah dilakukan. Kemudian dilanjutkan dengan metode kuantitatif untuk mendapatkan penilaian masyarakat terkait bentuk-bentuk adaptasi lingkungan yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner pada masyarakat. Pada penelitian ini, didapatkan temuan bahwa penyebab tingginya abrasi di kawasan Pantai Sigandu selain disebabkan oleh peningkatan arus gelombang laut adalah karena kondisi pantai yang datar berpasir. Kondisi tersebut menyebabkan gelombang dengan mudah menghantam kawasan pesisir tanpa adanya penghalang. Berdasarkan kondisi tersebut, masyarakat dalam hal ini pelaku usaha mengalami kerugian yang sangat besar akibat fenomena abrasi yang merusak fasilitas dan menurunkan jumlah wisatawan. Berdasarkan hasil penelitian, pemerintah, swasta dan masyarakat melakukan adaptasi lingkungan untuk menanggulangi abrasi seperti dengan melakukan penanaman mangrove, relokasi bangunan, pemasangan batu penghalang, pemasangan trucuk bambu, pemasangan geotube, dan reklamasi pantai. Terdapat beberapa bentuk adaptasi lingkungan yang dapat ditingkatkan yaitu dengan melakukan pemasangan geotube, penanaman mangrove, dan pemasangan batu penghalang.

Fulltext View|Download
Keywords: adaptasi, abrasi, Pantai Sigandu

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.