Kesesuaian Lahan Sebagai Ekowisata Bahari Di Pantai Tanjung Natuna

*Dhanar Syahrizal Akhmad  -  , Indonesia
Koesoemadji Koesoemadji  -  , Indonesia
Ibnu Pratikto  -  , Indonesia
Published: 30 Oct 2014.
Open Access
Citation Format:
Abstract
Dalam Rencana induk Pengembangan Pariwisata Daerah tahun 2010–2030, Kabupaten Natuna diarahkan pada pengembangan wisata bahari dan wisata minat khusus. Pantai Tanjung yang masih alami dan letak geografis Natuna yang merupakan salah satu pulau paling utara Indonesia di Laut Tiongkok Selatan,dengan pengelolaan yang baik maka mempunyai potensi sebagai kawasan ekowisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan dan daya dukung kawasan untuk kegiatan ekowisata di Pantai Tanjung.Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Pantai Tanjung, pada Januari sampai Februari 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, dengan survey lapangan. Pengolahan data menggunakan baku mutu kualitas air laut untuk wisata bahari, matriks kesesuaian lahan, serta matriks daya dukung kawasan terhadap kepadatan pengunjung. Hasil penelitian berdasarkan hasil perhitungan dari matriks kesesuaian lahan, untuk wisata pantai kategori rekreasi memiliki kelas kesesuaian wisata kategori S1 (sangat sesuai), wisata bahari kategori snorkeling memiliki kelas kesesuaian wisata kategori S1 (sangat sesuai), wisata bahari kategori menyelam mempunyai kelas kesesuaian wisata kategori S2 (cukup sesuai),Sedangkan daya dukung Pantai Tanjung terhadap kepadatan pengunjung setiap harinya sebanyak 6748 orang dimana untuk rekreasi pantai adalah 68 orang, berenang 136 orang berjemur 272 orang, selam 2000 orang, Snorkeling 4000 orang, berperahu 272 orang.
Keywords: Kesesuaian Lahan, Pantai Tanjung, Snorkeling, Selam, Kabupaten Natuna

Article Metrics: