skip to main content

Aktivitas Antioksidan Senyawa Bioaktif Daun Mangrove Sonneratia alba dan Rhizophora apiculata dari Pulau Payung, Banyuasin

*Ikhlasul Amal  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Muhammad Hendri  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Risnita Tri Utami  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Ardy Andreas Bernard Kase  -  Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Borneo Tarakan, Indonesia
Nur Rizki Sari  -  Program Studi Perikanan Tangkap, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Politeknik Negeri Lampung, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Journal of Marine Research
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Ekosistem mangrove dikenal sebagai sumber potensial senyawa bioaktif akibat kemampuannya beradaptasi terhadap kondisi lingkungan pesisir yang ekstrem. Fungsi biologis utama dari senyawa bioaktif yang terkandung dalam mangrove adalah kemampuannya sebagai antioksidan dalam menetralisir radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak daun mangrove Sonneratia alba dan Rhizophora apiculata yang dikoleksi dari ekosistem mangrove Pulau Payung, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan melalui percobaan laboratorium yang meliputi pemilihan daun dewasa sebagai bahan uji, pengolahan awal sampel, ekstraksi melalui perendaman menggunakan pelarut etil asetat, serta evaluasi kemampuan antioksidan berdasarkan uji peredaman radikal bebas DPPH. Aktivitas antioksidan dianalisis secara kualitatif berdasarkan perubahan warna larutan dan secara kuantitatif melalui pengukuran persentase penghambatan radikal bebas serta penentuan nilai IC₅₀. Analisis regresi linier digunakan sebagai dasar dalam perhitungan nilai IC₅₀. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa ekstrak daun S. alba dan R. apiculata menunjukkan kemampuan peredaman radikal bebas DPPH pada seluruh konsentrasi yang diuji (50–1000 ppm), dengan tingkat aktivitas yang meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi. Secara kuantitatif, ekstrak daun S. alba menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 42,38 ppm (kategori sangat kuat), sedangkan ekstrak daun R. apiculata memiliki nilai IC₅₀ sebesar 88,61 ppm (kategori kuat). Perbedaan aktivitas antioksidan diduga berkaitan dengan variasi komposisi dan kadar senyawa bioaktif sebagai respons adaptif terhadap kondisi lingkungan pesisir. Dengan demikian, daun mangrove S. alba dan R. apiculata, khususnya S. alba, berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.


Mangrove ecosystems are recognized as a potential source of bioactive compounds due to their ability to adapt to extreme coastal environmental conditions. One of the primary biological functions of bioactive compounds found in mangroves is their antioxidant capacity to neutralize free radicals. This study was conducted to evaluate the antioxidant activity of leaf extracts from S. alba  and R. apiculata collected from the mangrove ecosystem of Payung Island, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The research was carried out through laboratory experiments, which included the selection of mature leaves as test materials, preliminary sample preparation, extraction by maceration using ethyl acetate as the solvent, and evaluation of antioxidant capacity based on the DPPH free radical scavenging assay. Antioxidant activity was analyzed qualitatively through observable color changes in the solution and quantitatively by measuring the percentage of free radical inhibition and determining the IC₅₀ value. The results indicated that the leaf extracts of S. alba and R. apiculata exhibited DPPH radical scavenging activity at all tested concentrations (50–1000 ppm), with activity increasing proportionally to concentration. Quantitatively, the leaf extract of S. alba demonstrated higher antioxidant activity, with an IC₅₀ value of 42.38 ppm (very strong category), whereas the leaf extract of R. apiculata showed an IC₅₀ value of 88.61 ppm (strong category). The observed differences in antioxidant activity are presumed to be associated with variations in the composition and concentration of bioactive compounds as adaptive responses to coastal environmental conditions. Therefore, mangrove leaves of S. alba and R. apiculata, particularly S. alba, have the potential to be developed as sustainable, locally based sources of natural antioxidants.

Keywords: antioksidan; DPPH; IC₅₀; Rhizophora apiculata; Sonneratia alba

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.