BibTex Citation Data :
@article{JMR55217, author = {I Putu Sugiana and Martobi Ndolu and Rahmat Suhada Lawang and Samudra Alfatiha and Noventius Manek and Dionisius Prawira Hidayat and I Wayan Suarjaya and Ni Kadek Noni Dewi}, title = {Evaluasi Tingkat Keberhasilan Penanaman Mangrove Metode Konvensional: Studi Kasus Semai Rhizophora mucronata di Pulau Serangan, Bali}, journal = {Journal of Marine Research}, volume = {15}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Rhizophora mucronata; rehabilitasi mangrove; pertumbuhan; survival rate; Pulau Serangan}, abstract = { Rehabilitasi mangrove merupakan salah satu strategi penting dalam pemulihan ekosistem pesisir yang mengalami degradasi. Namun, keberhasilan kegiatan rehabilitasi sangat dipengaruhi oleh kesesuaian metode penanaman dengan kondisi lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keberhasilan penanaman mangrove menggunakan metode konvensional melalui analisis pertumbuhan dan kelangsungan hidup semai Rhizophora mucronata di Pulau Serangan, Bali. Penelitian dilakukan selama 12 bulan, mulai Juni 2024 hingga Mei 2025, dengan memantau 300 semai yang ditanam secara langsung pada substrat. Pengamatan dilakukan setiap bulan melalui pengukuran tinggi semai, pencatatan jumlah individu yang bertahan hidup, serta observasi kondisi lingkungan di sekitar lokasi penanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan semai relatif rendah dengan rata-rata pertambahan tinggi sebesar 1,3 cm per bulan. Tingkat kelangsungan hidup semai juga sangat rendah, di mana hanya sekitar 10% semai yang mampu bertahan hingga akhir periode pengamatan. Penurunan jumlah semai paling signifikan terjadi pada fase awal setelah penanaman yang menunjukkan tingginya kerentanan semai terhadap kondisi lingkungan setempat. Kematian semai diduga dipengaruhi oleh ketidakstabilan sedimen, penimbunan lumpur, keberadaan sampah plastik, penutupan oleh alga hijau (Ulva lactuca), serta organisme penempel seperti teritip yang menghambat proses fisiologis tanaman. Temuan ini menunjukkan bahwa metode penanaman konvensional memiliki tingkat keberhasilan yang rendah pada kawasan pesisir Pulau Serangan dengan tekanan lingkungan tinggi. Oleh karena itu, penerapan metode rehabilitasi yang lebih adaptif dan sesuai dengan karakteristik habitat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan restorasi mangrove di masa mendatang. }, issn = {2407-7690}, pages = {633--643} doi = {10.14710/jmr.v15i3.55217}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jmr/article/view/55217} }
Refworks Citation Data :
Rehabilitasi mangrove merupakan salah satu strategi penting dalam pemulihan ekosistem pesisir yang mengalami degradasi. Namun, keberhasilan kegiatan rehabilitasi sangat dipengaruhi oleh kesesuaian metode penanaman dengan kondisi lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keberhasilan penanaman mangrove menggunakan metode konvensional melalui analisis pertumbuhan dan kelangsungan hidup semai Rhizophora mucronata di Pulau Serangan, Bali. Penelitian dilakukan selama 12 bulan, mulai Juni 2024 hingga Mei 2025, dengan memantau 300 semai yang ditanam secara langsung pada substrat. Pengamatan dilakukan setiap bulan melalui pengukuran tinggi semai, pencatatan jumlah individu yang bertahan hidup, serta observasi kondisi lingkungan di sekitar lokasi penanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan semai relatif rendah dengan rata-rata pertambahan tinggi sebesar 1,3 cm per bulan. Tingkat kelangsungan hidup semai juga sangat rendah, di mana hanya sekitar 10% semai yang mampu bertahan hingga akhir periode pengamatan. Penurunan jumlah semai paling signifikan terjadi pada fase awal setelah penanaman yang menunjukkan tingginya kerentanan semai terhadap kondisi lingkungan setempat. Kematian semai diduga dipengaruhi oleh ketidakstabilan sedimen, penimbunan lumpur, keberadaan sampah plastik, penutupan oleh alga hijau (Ulva lactuca), serta organisme penempel seperti teritip yang menghambat proses fisiologis tanaman. Temuan ini menunjukkan bahwa metode penanaman konvensional memiliki tingkat keberhasilan yang rendah pada kawasan pesisir Pulau Serangan dengan tekanan lingkungan tinggi. Oleh karena itu, penerapan metode rehabilitasi yang lebih adaptif dan sesuai dengan karakteristik habitat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan restorasi mangrove di masa mendatang.
Article Metrics:
Last update:
Copyright Notice
Copyright for articles published in the Journal of Marine Research is held by the journal’s editorial management. The journal supports open access and the widespread dissemination of scholarly work.
Publishing Rights By submitting to this journal, authors grant the Journal of Marine Research the non-exclusive right to publish and distribute their work. All content is made freely available to the public and is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). This license allows others to copy, redistribute, remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially, as long as appropriate credit is given, a link to the license is provided, and any modified material is distributed under the same license.