skip to main content

Evaluasi Tingkat Keberhasilan Penanaman Mangrove Metode Konvensional: Studi Kasus Semai Rhizophora mucronata di Pulau Serangan, Bali

*I Putu Sugiana  -  Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa, Indonesia
Martobi Ndolu  -  Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa, Indonesia
Rahmat Suhada Lawang  -  Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa, Indonesia
Samudra Alfatiha  -  Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa, Indonesia
Noventius Manek  -  Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa, Indonesia
Dionisius Prawira Hidayat  -  Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa, Indonesia
I Wayan Suarjaya  -  Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa, Indonesia
Ni Kadek Noni Purnama Dewi  -  Komunitas Green Youth Mangrove Project, STT Satya Hredhaya, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Journal of Marine Research
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Rehabilitasi mangrove merupakan salah satu strategi penting dalam pemulihan ekosistem pesisir yang mengalami degradasi. Namun, keberhasilan kegiatan rehabilitasi sangat dipengaruhi oleh kesesuaian metode penanaman dengan kondisi lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keberhasilan penanaman mangrove menggunakan metode konvensional melalui analisis pertumbuhan dan kelangsungan hidup semai Rhizophora mucronata di Pulau Serangan, Bali. Penelitian dilakukan selama 12 bulan, mulai Juni 2024 hingga Mei 2025, dengan memantau 300 semai yang ditanam secara langsung pada substrat. Pengamatan dilakukan setiap bulan melalui pengukuran tinggi semai, pencatatan jumlah individu yang bertahan hidup, serta observasi kondisi lingkungan di sekitar lokasi penanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan semai relatif rendah dengan rata-rata pertambahan tinggi sebesar 1,3 cm per bulan. Tingkat kelangsungan hidup semai juga sangat rendah, di mana hanya sekitar 10% semai yang mampu bertahan hingga akhir periode pengamatan. Penurunan jumlah semai paling signifikan terjadi pada fase awal setelah penanaman yang menunjukkan tingginya kerentanan semai terhadap kondisi lingkungan setempat. Kematian semai diduga dipengaruhi oleh ketidakstabilan sedimen, penimbunan lumpur, keberadaan sampah plastik, penutupan oleh alga hijau (Ulva lactuca), serta organisme penempel seperti teritip yang menghambat proses fisiologis tanaman. Temuan ini menunjukkan bahwa metode penanaman konvensional memiliki tingkat keberhasilan yang rendah pada kawasan pesisir Pulau Serangan dengan tekanan lingkungan tinggi. Oleh karena itu, penerapan metode rehabilitasi yang lebih adaptif dan sesuai dengan karakteristik habitat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan restorasi mangrove di masa mendatang.

Keywords: Rhizophora mucronata; rehabilitasi mangrove; pertumbuhan; survival rate; Pulau Serangan

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.