skip to main content

Kandungan Proksimat Ikan Gelodok Sebagai Potensi Pangan Alternatif di Kabupaten Pohuwato

*Titi Hawanda Metania Cono  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Pohuwato, Indonesia
Bulan Suci Ramadhani  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Pohuwato, Indonesia
Sofyan Laginda  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Pohuwato, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Journal of Marine Research
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan proksimat ikan gelodok (Periophthalmus sp.) sebagai potensi pangan alternatif di Kabupaten Pohuwato. Diversifikasi pangan berbasis sumber protein hewani lokal merupakan strategi penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian pesisir, khususnya di wilayah dengan ekosistem mangrove yang kaya sumber daya hayati. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni–Agustus 2025 menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif melalui analisis laboratorium berbasis metode AOAC. Sampel ikan gelodok diperoleh dengan purposive sampling dari tiga titik kawasan pesisir mangrove Teluk Tomini. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, dan energi, dengan hasil diolah secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar umum ikan konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar air ikan gelodok adalah 64,39%, abu 4,57%, lemak 4,81%, protein 25,56%, serat kasar 0,95%, karbohidrat 0,67%, dan energi 147,92 kkal/100 g. Kandungan protein yang tinggi dibandingkan kisaran umum ikan konsumsi (16–21%) menegaskan potensi ikan gelodok sebagai sumber protein alternatif. Kadar air yang lebih rendah dari standar umum (66–81%) mengindikasikan ketahanan simpan yang relatif lebih baik, sedangkan tingginya kadar abu menunjukkan kekayaan mineral yang bermanfaat bagi gizi masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa ikan gelodok bukan hanya bernilai ekologis sebagai komponen ekosistem mangrove, tetapi juga strategis sebagai pangan alternatif bergizi, yang berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Dengan demikian, pemanfaatan ikan gelodok dapat mendukung diversifikasi pangan, ketahanan pangan rumah tangga pesisir, dan penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Pohuwato.

Keywords: Ikan Gelodok; Kandungan Proksimat; Pangan Alternatif

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.