skip to main content

Studi Morfometri, Nisbah Kelamin, dan Pemanfaatan Ikan Hiu Lanjaman (Carcharhinus falciformis) (Müller & Henle, 1898) Yang Di Daratkan Di PPS Cilacap, Jawa Tengah

*Lala Nurul Fatimah  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Retno Hartati  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
ita Widowati  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Journal of Marine Research
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Hiu lanjaman (Carcharhinus falciformis) merupakan spesies yang melimpah di Indonesia dan umum ditangkap di tujuh Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia. Spesies ini masuk dalam kategori vulnerable pada daftar merah IUCN dan terdaftar pada Appendiks II CITES. Penelitian ini dilakukan di PPS Cilacap pada tanggal 1 Oktober – 1 November 2024, dengan tujuan mengkaji aspek biologi hiu lanjaman meliputi distribusi kelas, pola pertumbuhan, faktor kondisi, nisbah kelamin, tingkat kematangan klasper serta pemanfaatan dan volume produksi tahunan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 117 ekor sampel, mencakup kondisi utuh, tanpa kepala, tanpa ekor, serta tanpa kepala dan tanpa ekor dengan total individu 44 jantan dan 73 betina. Distribusi panjang tubuh berkisar 61 cmTL - 209 cmTL dan berat antara 1 kg – 44,6 kg. Pola pertumbuhan hiu jantan dan betina menunjukkan pola allometrik negatif dengan nilai b masing-masing 2,8 dan 2,9. Faktor kondisi hiu jantan dan betina memiliki nilai rata-rata yang sama yaitu 1,01. Nisbah kelamin menunjukkan 38% jantan dan 62% betina. Tingkat kematangan klasper hiu jantan adalah 2% FC, 9% NFC, dan 89% NC. Produksi tahunan hiu lanjaman di PPS Cilacap menunjukkan fluktuasi, dengan tahun 2024 menjadi tahun produksi terendah. Pemanfaatan yang cukup tinggi pada lanjaman di wilayah Cilacap menunjukkan pentingnya pengawasan dan pengelolaan yang berkelanjutan agar spesies ini tetap lestari.


The silky shark (Carcharhinus falciformis) is an abundant species in Indonesia and is commonly caught in seven Fisheries Management Area of the Republic of Indonesia. This species is included in the vulnerable category on the IUCN red list and is listed on CITES Appendix II. The purpose of this study was to determine the biological aspects of the Silky Shark at the Cilacap Ocean Fisheries Port from October 1 to November 1, 2024, including class distribution, growth patterns, condition factors, sex ratio, clasper maturity, as well as utilization and annual production volume. The method in this study used purposive sampling and a quantitative descriptive research method. The results showed 117 samples, including whole, headless, tailless, and headless-finless conditions, with a total of 44 males and 73 females. The distribution of lengths ranging from 61 cm TL to 209 cm TL and weights ranging from 1 kg to 44.6 kg. The growth patterns of male and female sharks showed a negative allometric growth pattern with b values of 2.8 and 2.9. The condition factor for both male and female sharks had an average value of 1.01. The sex ratio was 38% male and 62% female. The maturity level of male shark claspers was 2% FC, 9% NFC, and 89% NC. The annual production of Silky Sharks at Cilacap Ocean Fisheries Port showed fluctuations, with 2024 being the year with the lowest production. The relatively high utilization of Silky Sharks in the Cilacap area highlights the importance of sustainable monitoring and management to ensure the sustainability of this species.

Keywords: Hiu lanjaman; Aspek Biologi; PPS Cilacap; Status Konservasi

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.