skip to main content

Peran Tasamu Rawanang dalam Restorasi Hutan Mangrove di Pesisir Kampung Asai Kabupaten Kepulauan Yapen Papua

Orgenes Bleskadit  -  Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua, Indonesia
*Nurhani Widiastuti orcid  -  Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua, Indonesia
Fanny Fransina Carolina Simatauw  -  Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua, Indonesia
Ruben Bais Rumbiak  -  WWF Indonesia Program Papua, Indonesia
Imam Setiawan  -  Perkumpulan Kukuruga, Indonesia
Emmanuel Manangkalangi  -  Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua, Indonesia
Fitriyah Irmawati Elyas Saleh  -  Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Journal of Marine Research
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Sebagai upaya memulihkan kondisi perikanan dan ekosistem pesisir,  masyarakat Kampung Asai melaksanakan tasamu rawanang (peleh lautan) yang berlangsung sejak Agustus 2022.  Penelitian ini dilaksanakan pada April hingga Mei 2023, bertujuan untuk mengetahui apakah restorasi mangrove secara alami dapat terjadi tanpa adanya penanaman mangrove, melalui pengkajian struktur vegetasi mangrove dan indeks ekologi mangrove. Untuk memperoleh data vegetasi digunakan metode transek kuadran di 3 stasiun. Struktur komunitas mangrove yang dianalisi adalah Indeks Nilai Penting (INP) dan indeks ekologi yang dianalisis antara lain indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, dan indeks dominansi. Hasil penelitian menginformasikan bahwa terdapat 11 jenis mangrove sejati. INP tingkat pohon tertinggi adalah R. apiculata (154,743%) diikuti B. gymnorrhiza (59,696%) dan R. mucronata (26,655%). Pada tingkat anakan dan semai, R.apiculata juga memiliki INP tertinggi. Nilai rata-rata keanekaragaman pada tingkat pohon adalah 1,263, tingkat anakan 1,165 dan tingkat semai 1,051, yang masuk dalam kelas keanekaragaman sedang. Indeks kemerataan jenis pada tingkatan pohon berkisar antara 0,595-0,625. Untuk tingkat anakan berkisar antara 0,626-0,786. Sedangkan untuk tingkatan semai berkisar antara 0,768-0,772. Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran individu mangrove di lokasi penelitian cenderung merata atau memiliki tingkat kemerataan yang tinggi. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan tasamu rawanang selama 9 bulan telah berkontribusi positif terhadap restorasi mangrove secara alami. Meskipun demikian,  kondisi ekosistem masih mengalami tekanan sehingga upaya pengelolaan berkelanjutan yang inklusif harus terus diupayakan. 

 

The Asai village community has been conducting tasamu rawanang since August 2022 to restore the condition of fisheries and coastal ecosystems. This research was conducted from April to May 2023 to determine whether natural mangrove restoration can occur without mangrove planting by studying mangrove vegetation structure and the mangrove ecological index. To obtain vegetation data, the quadrant transect method was used at three stations. The mangrove community structure analysed was the Important Value Index (INP), and the ecological indices analysed were the Diversity Index, Uniformity Index, and Dominance Index. The study's results indicate that there are 11 true mangrove species. The highest INP at the tree level was R. apiculata (154.743%), followed by B. gymnorrhiza (59.696%) and R. mucronata (26.655%). At the sapling and seedling level, R. apiculata also had the highest INP.  The species uniformity index at the tree level ranged from 0.595 to 0.625. For the sapling level, it ranged from 0.626 to 0.786. At the seedling level, it ranged from 0.768 to 0.772. This shows that the distribution of mangrove individuals in the study area tends to be even, or at least highly uniform. Furthermore, this study's findings demonstrate that, even within a relatively short 9-month implementation period, the Tasamu approach has contributed to natural mangrove restoration. Nevertheless, the ecosystem remains under pressure, and inclusive, sustainable management efforts need to continue.

Fulltext View|Download
Keywords: mangrove; regenerasi; restorasi; sasi tasamu rawanang

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.