skip to main content

Estimasi Stok Karbon pada Tegakan Lamun Enhalus acoroides di Malang Rapat, Kabupaten Bintan

Ayie Davila Lubis  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
Roseani Baiti Rohmah  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
Hilman Wiranata  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
*Jelita Rahma Hidayati orcid scopus publons  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Journal of Marine Research
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Emisi karbon dioksida (CO2) telah meningkat di atmosfer menyebabkan peningkatan gas rumah kaca dan terjadinya pemanasan global. Salah satu metode penurunan emisi yaitu kemampuan organisme yang mampu menyerap CO2 melalui proses fotosintesis. Lamun merupakan organisme autotroph yang berpotensi sebagai penyerap dan penyimpan karbon, dimana lamun menyerap sebagian karbon untuk menghasilkan energi, dan lainnya disimpan sebagai biomassa. Penelitian estimasi stok atau simpanan karbon bertujuan untuk mengevaluasi dan mengestimasi karbon pada tegakan lamun, khususnya Enhalus acoroides, di Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan. Penelitian dilakukan mulai bulan April-Agustus 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa metode line transect untuk pengambilan data lamun. Estimasi stok karbon pada lamun menggunakan metode LOI (Loss of Ignition). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 3 jenis lamun yaitu E. acoroides, Thalassia hemprichii, dan Cymodocea rotundata.  Persentase tutupan lamun tertinggi menunjukkan nilai 29,55% di stasiun 2 yang termasuk dalam kategori sedang, sedangkan kerapatan lamun jenis E. acoroides tertinggi menunjukkan nilai sebesar 193,09 tegakan/m2 dengan kategori sangat rapat di stasiun 3. Biomassa lamun diukur pada ketiga stasiun, dengan biomassa bawah substrat dominan lebih tinggi daripada biomassa atas substrat. Hasil analisis simpanan karbon biomassa atas maupun bawah substrat diketiga stasiun berkisar antara 4.368,81–19.661,83 gC/m2, dengan stasiun 3 menunjukkan nilai stok karbon tertinggi.

 

Carbon dioxide (CO2) emissions have increased in the atmosphere, causing an increase in greenhouse gases and global warming. One method of reducing emissions is the ability of organisms to absorb CO2 through the process of photosynthesis. Seagrasses are autotroph organisms that have the potential to absorb and store carbon, where seagrasses absorb some carbon to produce energy, and others are stored as biomass. Carbon stock estimation research aims to evaluate and estimate carbon in seagrass stands, especially Enhalus acoroides, in Malang Rapat Village, Bintan Regency. The research was conducted from April-August 2024. The method used in this study was the line transect method for seagrass data collection. Estimation of carbon stock in seagrass using LOI (Loss of Ignition) method. Based on the results of the study, 3 types of seagrass were found, namely Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, and Cymodocea rotundata.  The highest percentage of seagrass cover showed a value of 29.55% at station 2 which was included in the medium category, while the highest density of seagrass species Enhalus acoroides showed a value of 193.09 stands/m2 with a very tight category at station 3. Seagrass biomass was measured at all three stations, with the dominant bottom substrate biomass higher than the top substrate biomass. The results of carbon stock analysis of both above and below substrate biomass at the three stations ranged from 4,368.81-19,661.83 gC/m2, with station 3 showing the highest carbon stock value.

Fulltext View|Download
Keywords: Lamun; Enhalus acoroides; Stok Karbon; Malang Rapat

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.