skip to main content

Penilaian Risiko Logam Tembaga (Cu) pada Anadara granosa Terhadap Kesehatan Manusia

Nurwahyu Ningsih  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Indonesia
Irma Suryana  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Indonesia
Mohammad Sumiran Paputungan  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Indonesia
*Irwan Ramadhan Ritonga scopus  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Journal of Marine Research
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Logam tembaga (Cu) merupakan salah satu nutrien yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Namun, ada saat logam Cu masuk ke tubuh manusia telah melewati baku mutu, mungkin dapat mengakibatkan efek samping terhadap kesehatan manusia. Logam Cu dapat masuk ke lingkungan perairan melalui bioakumulasi dalam rantai makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi Cu dan menganalisis risiko kesehatan akibat mengkonsumsi Kerang Darah (Anadara granosa) terhadap tubuh manusia baik dewasa dan anak – anak. Sampel A. granosa dengan ukuran berbeda dibeli dari beberapa pasar tradisional di kota Samarinda. Konsentrasi Cu pada A. granosa ditentukan dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Kisaran Cu pada daging A. granosa adalah 0,10 – 0,26 µg/g dengan rerata 0,20 ± 0,05 µg/g berat basah. Konsentrasi Cu pada A. granosa lebih rendah dari beberapa baku mutu untuk bahan pangan manusia berdasarkan Ditjen POM No.03725/B/SK/1989 (20,0 µg/g). Akumulasi Cu pada A. granosa dipengaruhi oleh panjang, berat, kebiasaan makan dan habitat. Penilaian risiko menunjukkan bahwa semua nilai bahaya target (HQ) yang diamati berada dibawah ambang batas 1 (HQ<1). Hal ini menunjukkan tidak ada potensi risiko bahaya non-karsinogenik jangka panjang bagi tubuh orang dewasa dan anak – anak di kota Samarinda akibat konsumsi A. granosa.

 

 

Copper metal (Cu) is one of the nutrients needed by the human body. However, if Cu metal entering the human body has exceeded the quality standard, it may cause adverse effects on human health. Cu metal could enter the aquatic environment through bioaccumulation in the food chain. The purpose of this study is to determine the concentration of Cu and analyse the health risks of consuming blood clams (Anadara granosa) to the human body both adults and children. Samples of A. granosa with different sizes were purchased from several traditional markets in Samarinda city. Cu concentration in A. granosa was determined using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The range of Cu in A. granosa meat was 0,10 – 0,26 µg/g with a mean of 0,20 ± 0,05 µg/g wet weight. Cu concentration in A. granosa was lower than several quality standards for human food based on Ditjen POM No.03725/B/SK/1989 (1,00 µg/g). Cu accumulation in A. granosa was influenced by length, weight, feeding habits and habitat. The risk assessment indicates that all observed Hazard Quotient (HQ) values were below the threshold of 1 (HQ<1), demonstrating no potential long-term non-carcinogenic risk to adults and children in Samarinda from the consumption of A. granosa.

Fulltext View|Download
Keywords: Anak – anak; Bioakumulasi; Dewasa; Kajian Risiko; Tubuh Manusia

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.