skip to main content

Identifikasi Jenis dan Prevalensi Penyakit Karang pada Terumbu Karang di Perairan Pengudang, Pulau Bintan

Rizuandi Rizuandi  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
*Dedy Kurniawan orcid scopus publons  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
Try Febrianto  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
Wahyu Muzammil orcid scopus publons  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem di perairan tropis yang tergolong mudah terinfeksi penyakit karang terhadap tekanan atau perubahan lingkungan seperti pencemaran, suhu tinggi, sedimentasi, nutrien yang tinggi terutama nitrogen senyawa karbon, predator dan kompetisi dengan alga yang pertumbuhannya sangat cepat. Tujuan dari dilakukan penelitian adalah mengetahui persentase tutupan karang hidup, mengidentifikasi jenis-jenis penyakit karang dan menganalisis prevalensi karang yang terinfeksi penyakit karang di Perairan Pengudang, Pulau Bintan. Penelitian dilakukan pada bulan November 2021 – Maret 2022, lokasi penelitian di Perairan Pengudang, Pulau Bintan. Pengambilan data tutupan karang menggunakan metode Point Intersept Transect (PIT) untuk jenis dan prevalensi penyakit karang metode transek sabuk (belt transect). Hasil penelitian persentase tutupan karang hidup (HC) sebesar 56%-75% berdasarkan KEPMEN LH nomor 4 tahun 2001 dalam kategori baik. Untuk penyakit karang yang ditemukan terdiri dari black band disease (BBD), brown band disease (BrB), dark spots disease (DSD), yellow band disease (YBD) dan white syndromes (WS) dari lima penyakit tersebut, persentase prevalensi penyakit karang sebersar 4,67%-9,07%, kemudian untuk kepadatan penyakit karang yang paling banyak ditemukan terdapat pada (St-2) sebesar 0,320 koloni/m2, kemudian diikuti (St-3) sebesar 0,300 koloni/m2 dan nilai terendah untuk kepadatan dari 3 stasiun terdapat pada (St-1) sebesar 0,220 koloni/m2.

 

Coral reefs are one of the ecosystems in tropical waters that are classified as easily infected with coral diseases against environmental pressures or changes such as pollution, high temperatures, sedimentation, high nutrients, especially nitrogen carbon compounds, predators and competition with algae that grow very fast. The purpose of the research was to determine the percentage of live coral cover, identify the types of coral disease and analyze the prevalence of coral infected with coral disease in the waters of Pengudang, Bintan Island.. The research was conducted in November 2021 to March 2022, the research location is in the waters of Pengudang, Bintan Island. Coral cover data were collected using the Point Intercept Transect (PIT) method, for the type and prevalence of coral disease using the belt transect method. The results of the study showed that the percentage of live coral cover (HC) was 56%-75% based on KEPMEN LH number 4 of 2001 in the good category. For coral diseases found consisting of black band disease (BBD), brown band disease (BrB), dark spots disease (DSD), yellow band disease (YBD) and white syndromes (WS) of the five diseases, the percentage of coral disease prevalence is 4.67%-9.07%, then for the density of coral disease the most commonly found was at (St-2) of 0.320 colonies/m2, then followed by (St-3) of 0.300 colonies/m2 and the lowest value was for the density of the 3 stations was at (St-1) of 0.220 colonies/m2.

Fulltext View|Download
Keywords: Kepadatan; Terumbu Karang; Prevalensi; Penyakit

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.