Fluktuasi Ikan Karang di Kawasan Konservasi Laut Daerah Gili Sulat dan Gili Lawang, Lombok Timur

*Diaz Adiyoga  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Retno Hartati  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Wilis Ari Setyati  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 25 Apr 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK: Keanekaragaman ekosistem pesisir dan laut yang terdapat di Gili Sulat Gili Lawang merupakan salah satu sumberdaya yang penting untuk dilindungi mengingat besarnya ketergantungan masyarakat terhadap ekosistem tersebut. Ekosistem terumbu karang adalah salah satu ekosistem penting di Gili Sulat dan Gili Lawang yang menjadikan ikan dan biota lainnya sebagai tempat tinggal maupun mencari makan. kondisi terumbu karang sangat mempengaruhi kekayaan dan kelimpahan ikan karang. Jika kondisi terumbu karang baik maka kelimpahan ikannya tinggi, begitu pula sebaliknya. Penelitian kelimpahan ikan karang dilakukan pada 14-21 November 2018 di Kawasan Konservasi Laut Daerah Gili Sulat dan Gili Lawang. Pengambilan data menggunakan metode sensus visual untuk ikan karang di kedalaman 8-10 meter dengan 3 buah transek sepanjang 50 meter sejajar dengan garis pantai. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kawasan Konservasi Laut Daerah Gili Sulat dan Gili Lawang kelimpahan ikan karang, rata – rata nilai kelimpahan ikan karang di zona pemanfaatan paling tinggi yaitu 621 ind/ha, paling rendah pada zona inti sebesar 615 ind/ha dan zona perikanan berkelanjutan sebesar 616 ind/ha

 

 

ABSTRACT: The diversity of coastal and marine ecosystems found on Gili Sulat Gili Lawang is one of the important resources to protect given the large dependence of the community on these ecosystems. The coral reef ecosystem is one of the important ecosystems on Gili Sulat and Gili Lawang which makes fish and other biota as a place to live or find food. the condition of coral reefs greatly affects the wealth and abundance of reef fish. This research was conducted in November 14-21, 2018. Collecting data of reef fishes abundance using visual census method in 8-10 meter depth, use 3 pieces line transect with 50 meters long an roll out the transect along the shoreline. Based on the results of research conducted in  Gili Sulat and Gili Lawang the Marine Protected Area reef fish abundance, the average abundance of reef fish in the utilization zone is highest at 621 ind / ha, the lowest in the core zone is 615 ind / ha and the fishing zone sustainable of 616 ind / ha

Keywords: Ikan karang; KKLD; Gili Sulat; Gili Lawang; Kelimpahan

Article Metrics: