Analisis Kualitas Alginat Rumput Laut (Padina sp.) Menggunakan Metode Ekstraksi Jalur Kalsium

*Adam Sojuangon Pasaribu  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Sedjati  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Rini Pramesti  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 8 Nov 2019; Published: 20 Feb 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK: Padina sp. merupakan spesies rumput laut cokelat (Phaeophyta) penghasil alginat, namun kualitas alginat yang dihasilkan tergolong rendah dibandingkan alginofit lainnya. Metode ekstraksi jalur kalsium diduga dapat meningkatkan kualitas alginat sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji apakah ekstraksi jalur kalsium dapat meningkatkan mutu alginat yang dihasilkan dari rumput laut Padina. Ekstraksi dilakukan dengan metode jalur kalsium konvensional dan jalur kalsium MAE (Microvawe Assisted Extraction). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris dengan 1 perlakuan (kosentrasi CaCl2) dan 3 taraf konsentrasi yaitu 0,5 M 1,0 M dan 1,5 M. Parameter kualitas yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, Kadar abu, viskositas, pH dan FTIR. Hasil uji two way ANOVA menunjukan terdapat signifikansi rendemen dengan nilai 0,007. Metode jalur kalsium MAE dengan konsentrasi 1,0 M CaCl2 menghasilkan kualitas terbaik dengan nilai rendemen (26,83%), kadar air (10,67%), kadar abu (21,83%), viskositas (11,42 cPs)  dan pH (6,77). Hasil analisis FTIR menunjukan ke-2 metode ekstraksi menghasilkan natrium alginat dengan adanya sidik jari guluronat dan manuronat pada bilangan gelombang 930-890 cm-1 dan 870-820 cm-1.

 

ABSTRACT: Padina sp. is a species of brown seaweed (Phaephyta) producing alginates, but the quality of alginates produced is relatively low compared to other alginophytes. The calcium pathway extraction method is thought to improve the quality of alginates thus the reason of the research. This research aims to examine whether the calcium pathway extraction improves the quality of alginates produced from Padina. Seaweed extraction was carried out using conventional calcium pathways and MAE (Microwave Assisted Extraction) calcium pathways. The research method used was laboratory experimental with 1 treatment (CaCl2 concentration) and 3 concentration levels : 0.5 M, 1.0 M, 1.5 M. Quality parameters analyzed includes yield, moisture content, ash contetnt, viscosity, pH and FTIR. The two way ANOVA test results showed that there was a significance of yield value of 0.007. The MAE calcium pathway method with a concentration of 1.0 M CaCl2 produces the best quality with a yield value (26.83%), water content (10.67%), ash content (21.83%), viscosity (11.42 cPs) and pH (6.77). FTIR analysis results show that the two extraction methods produces sodium alginate in the presence of guluronate and manuronic fingerprints at wave numbers 930-890 cm-1 and 870-820 cm-1.

Keywords: Jalur kalsium; MAE; Natrium alginat; Padina sp.

Article Metrics: