Simpanan Karbon pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Jepara

*Raka Pramulo Sophianto  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Hadi Endrawati  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Retno Hartati  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 25 Apr 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Padang lamun merupakan ekosistem yang kompleks dan produktif di ekosistem laut dan pesisir serta salah satu peran utama lamun adalah sebagai penyimpan karbon dengan karakteristik uniknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis lamun, mengetahui struktur komunitas lamun,  nilai biomassa dan nilai karbon lamun. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober dan November 2017 di Teluk Awur dan Pantai Bendengan Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada dua tempat masing-masing lima stasiun. Sampel yang diambil adalah lamun, sedimen dan air laut yang ditemukan di lokasi penelitian yang kemudian di identifikasi serta dianalisis di Laboratorium Biologi, Departemen Ilmu Kelautan, dan analisis pengabuan lamun dilakukan pada di Laboratorium Geologi, Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai total biomassa lamun yang didapat di kedua lokasi dari sampling pertama yaitu 982,77 gbk/m2 dan sampling kedua yaitu 923,91 gbk/m2. Total kandungan karbon pada sampling pertama berkisar antara 511,76 – 3662,26 gC/m2 dan total karbon pada sampling kedua berkisar antara 141,48 – 3344,2 gC/m2. Perbedaan hasil yang di dapat menunjukkan bahwa perbedaan iklim dapat berpengaruh terhadap hasil yang didapatkan.


 


Seagrass beds are complex and productive ecosystems in marine and coastal ecosystems and one of the main roles of seagrasses is storing carbon with its unique characteristics. This study aims to determine the types of seagrasses, find out the seagrass community structure, biomass values and seagrass carbon values. This research was conducted in October and November 2017 in Teluk Awur and Bendengan Jepara Beach. The method used in this research is descriptive method. Sampling was carried out at two places each of five stations. Samples taken were seagrass, sediments and seawater found at the study site which were then identified and analyzed in the Biology Laboratory, Department of Marine Sciences, and analysis of desertion carried out at the Geology Laboratory, Department of Marine Sciences, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Diponegoro University. The results of this study indicate the total value of seagrass biomass obtained in both locations from the first test was 982.77 gbk/m2 and the second test was 923.91 gbk/m2. The total carbon content in the first sampling ranged from 511.76 - 3662.26 gC/m2 and the total carbon in the second sampling ranged from 141.48-3344.2 gC/m2. The difference in results can show that climate differences can affect the results obtained.


Keywords: Lamun; Biomassa; Karbon; Iklim; Teluk Awur; Pantai Bandengan Jepara

Article Metrics: