Hasil Kandungan Agar Ekstraksi Non-Alkali Gracilaria sp. yang Tumbuh di Lingkungan Berbeda

*Prismabella Wilis Andiska  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
AB Susanto  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Rini Pramesti  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 31 Oct 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 53 62
Abstract

ABSTRAK: Gracilaria sp. merupakan rumput laut merah penghasil agar yang banyak digunakan untuk industri pangan maupun non pangan lainnya. Ekstraksi ini umumnya menggunakan alkali yang berdampak pada lingkungan dan keamanan bahan pangan. Informasi tentang ekstraksi perlakuan non alkali di Indonesia untuk industri pangan diduga belum ada sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji apakah ekstraksi non alkali dari Gracilaria sp. dapat menghasilkan agar, rendemen, kandungan proksimat serta dianalisis FTIR dari kedua lokasi yang berbeda (laut dan tambak). Metode ekstraksi dilakukan dengan merebus sampel kering hingga didapatkan agar, yang selanjutnya dikeringkan dan dijadikan tepung. Hasil penelitian menunjukkan ekstraksi perlakuan non alkali dari kedua lokasi dapat menghasilkan rendemen dengan nilai rendah (14-15,31%). Kadar air tertinggi (15,40±0,59%) terdapat pada agar sampel dari laut, kadar abu tertinggi (41,45±0,59%) pada sampel kering dari laut, kadar protein tertinggi (8,59±0,26%) pada sampel kering dari tambak, kadar lemak tertinggi (0,63±0,13%) pada agar sampel dari laut, dan karbohidrat tertinggi (67,19±0,86%) pada sampel kering dari tambak. Hasil FTIR menunjukkan agar mengandung komposisi gugus galaktosa 3,6-anhydro-L-galaktosa.

 

ABSTRACT: Gracilaria sp. is a red seaweed which is known as an agarophyte and widely used for food and other non-food industries. Generally agar extraction uses alkali which has an environmentally impact and food safety. Non-alkaline extraction treatment for food grade is still under observed in Indonesia. The purpose of this research is to access whether agar extraction of Gracilaria sp. can be carried out, as well as the amount of agar yield, proximate contents and FTIR analysis from two different locations. The extraction method is done by boiling a dry sample to obtain agar, which is then dried and turned into flour. The results showed that the extraction of non-alkaline treatment could be carried out on Gracilaria sp. with low yield (14-15.31%). The highest water content (15.40±0.59%) found in agar from dried seaweed form the sea, highest ash (41.45±0.91%) in dried seaweed from the sea, highest protein (8.59±0.26%) in dried cultured seaweed, highest fat (0.63±0.13%) in agar from the sea, and highest carbohydrate (67.19±0.86%) in dried cultured seaweed. FTIR analysis showed that the agars contained a composition of galactose groups of 3,6-anhydro-L-galaktose.

 


Keywords
Gracilaria sp.; Agar; Ekstraksi Non Alkali; Proksimat; FTIR

Article Metrics: