Hubungan Pengendapan Suspended Sedimen dengan Kerapatan Mangrove pada Perairan Romokalisari, Surabaya

*Muhammad Yusuf Arifin  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Nirwani Soenardjo  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Chrisna Adhi Suryono  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 31 Oct 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 24 88
Abstract

ABSTRAK: Romokalisari merupakan bagian hilir dari sungai Lamong, dimana daerah tersebut merupakan daerah pasang surut dan rawan terhadap banjir. Romokalisari banyak ditumbuhi oleh mangrove yang sangat rapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kerapatan mangrove terhadap laju pengendapan suspended sedimen pada perairan Romokalisari, Surabaya. Sampel sedimen diambil dari 8 stasiun yang terbagi dalam wilayah muara, mangrove dan laut, dimana masing-masing stasiun diulang 4 kali dengan periode setiap minggu. Analisis sampel sedimen menggunakan metode hydrometer dan analisis data menggunakan One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan laju pengendapan suspended sedimen antara muara, mangrove dan laut, dengan nilai p = 0,046 < 0,05. Laju pengendapan suspended tertinggi terdapat pada stasiun 1 di wilayah muara dengan nilai sebesar 86,97 g/cm2/minggu dan laju pengendapan suspended terendah terdapat pada stasiun 2 di wilayah mangrove dengan nilai sebesar14,36g/cm2/minggu.

 


ABSTRACT: Romokalisari is downstream part of the Lamong River, where the area is tidal and prone to flooding. Romokalisari is overgrown by very dense mangroves. The aim of this study was to determine the effect of mangrove density on suspended sediment rate in Romokalisari, Surabaya. Sediment sample were taken from 8 statios divided into estuaries, mangroves, and sea areas, each station was repeated 4 times with periods each week. Analysis of sediment samples using a hydrometer and data analysis using One Way Anova. The results showed that there were differences in suspended sedimentation rates between estuaries, mangroves and seas, with a value of p = 0,046 < 0,05. The highest suspended deposition rate is at station 1 in the estuary area with a value of 86.97 g/cm2/week and the lowest suspended deposition rate is at station 2 in the mangrove area with a value of 14.36 g/cm2/week.

Keywords
Kerapatan Mangrove ; Laju Pengendapan Sedimen ; Sediment Trap ; Hydrometer ; Perairan Romokalisari

Article Metrics: