Kajian Potensi Pengembangan Ekowisata Sebagai Upaya Konservasi Mangrove Di Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang

*Ghea Ken Joandani Joandani  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rudhi Pribadi  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Chrisna Adhi Suryono  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 3 Feb 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Kawasan mangrove di Desa Pasar Banggi ditetapkan sebagai salah satu kawasan strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. Ekosistem mangrove di Desa Pasar Banggi merupakan salah satu yang terbaik di wilayah Pantura Jawa Tengah, sebelum dilakukan upaya rehabilitasi kondisi hutan mangrove di Desa Pasar Banggi mengalami kerusakan. Mengingat pentingnya fungsi hutan mangrove, maka sudah selayaknya dilakukan penanganan yang serius untuk mengurangi efek dari kerusakan ekosistem mangrove di Rembang ini. Salah satu alternative pemanfaatan yang memungkinkan untuk menjaga keutuhan ekosistem mangrove tersebut adalah melalui kegiatan ekowisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi ekowisata mangrove di Pasar Banggi dan memberikan rekomendasi serta strategi pengembangan ekowisata di Pasar Banggi, Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode survei dalam bentuk data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dilakukan penentuan strategi pengembangan ekowisata mangrove dan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat). Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan ekowisata mangrove di Desa Pasar Banggi adalah keragaman jenis mangrove, kualitas SDM dalam menangani wisatawan, ketersediaan SDA berkualitas untuk ekowisata dalam upaya konservasi, kebijakan dari pemerintah daerah terkait peraturan serta perundang-undangan tentang ekowisata hutan mangrove di Desa Pasar Banggi, kondisi sosial-ekonomi masyarakat, serta infrastruktur pendukung. Menurut analisi SWOT yang menjadi prioritas utama adalah: a)  Peningkatan pengembangan ekowisata mangrove dalam bidang promosi program ekowisata dan penguatan institusi sebagai informasi ilmu pengetahuan ekosistem mangrove (Skor:4,52) dan b) Peningkatan partisipasi stakeholder terhadap pengembangan ekowisata mangrove yang berkelanjutan untuk peningkatan pelayanan terhadap pengunjung (Skor:3,29).

 

The mangrove area in Pasar Banggi Village  is designated as one of the strategic region, as the point of importance of function and living environmental support. Mangrove ecosystem in Pasar Banggi Village is the best one area in Pantura, Central Java. Actually, Pasar Banggi Village’s condition was suffered damage before any efforts of rehabilitation of mangrove forest. Regarding the importance of the function of mangrove forests, there is a must doing a serious action to reduce the damage effects to the mangrove’s ecosystem in Rembang. One of the utilization alternative that can be used to maintain the integrity of the mangrove ecosystem is through ecotourism activities. The purpose of this research is examining the potential of ecotourism in Pasar Banggi Village and giving recommendation with ecotourism development strategy. Method which is used in this research is explorative descriptive.The collecting data method using survey method in form of primary data and secondary data. Then take the decision about the mangrove ecotourism development strategy and SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat) analysis, after the data were obtained. The research results shows that the factors that affects the mangrove ecotourism development in Pasar Banggi Village is kind of types of mangroves, human resources’ quality while dealing with tourists or visitors, the availability of qualified nature resources for ecotourism, in effort of conservation, a policy of regional government related regulations and law about mangrove forest ecotourism in Pasar Banggi Village, community’s socio-economic conditions, also supporting infrastructure. According to the SWOT analysis, the top concerning priority are: a) mangrove ecotourism raising development in the field of ecotourism program promotion and institution strengthening as the mangrove ecosystem knowledge information (Score: 4.52) and b) Raising stakeholdersparticipation toward the sustainable mangrove ecotourism development for improving service toward visitors (Score: 3.29)

 

Keywords: Ekowisata; Konservasi; Mangrove; Desa Pasar Banggi

Article Metrics: