Analisis Perubahan Luasan Hutan Mangrove Di Kecamatan Brebes Dan Wanasari, Kabupaten Brebes Menggunakan Citra Satelit Landsat Tahun 2008, 2013 Dan 2018

*Amin Yunita Nur Annisa -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rudhi Pribadi -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ibnu Pratikto -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 3 Feb 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Abstract

Mangrove merupakan ekosistem daerah peralihan yang memiliki beberapa fungsi diantaranya ekologis, fisik maupun ekonomi. Kerusakan mangrove sering terjadi di beberapa daerah sehingga kelestarian mangrove sangat perlu dijaga. Salah satu upaya untuk mengurangi kerusakan tersebut dengan kegiatan rehabilitasi. Kegiatan rehabilitasi ini bertujuan untuk memulihkan kondisi mangrove seperti keadaan semula. Keberhasilan dari kegiatan rehabilitasi ini dapat dipantau dengan sistem penginderaan jauh menggunakan citra Satelit Landsat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni- Juli 2018. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif bersifat eksploratif. Materi dalam penelitian ini adalah data citra satelit Landsat 5 untuk tahun 2008 dan Landsat 8 untuk tahun 2018. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai perubahan luasan hutan mangrove di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes dan Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari tahun 2008, 2013 dan 2018. Luas mangrove di Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes pada tahun 2008-2013 bertambah sebesar 101,25 ha yaitu 48,42 ha pada tahun 2008 dan 149,67 ha pada tahun 2013. Pada tahun 2013-2018 juga bertambah 184,23 ha yakni 333,9 ha pada tahun 2018. Pada Desa Sawojajar Kecamatan Wanasari, luas mangrove juga bertambah sebesar 0,09 ha yakni 24,39 ha pada tahun 2008 bertambah menjadi 24,48 ha pada tahun 2013. Tahun 2013-2018 juga bertambah sebesar 12,24 ha sehingga menjadi 36,72 ha di tahun 2018. Luas mangrove di Desa Kaliwlingi dan Sawojajar bertambah dalam kurun waktu sepuluh tahun.]

 

Mangroves are transitional ecosystems that have several functions including ecological, physical and economic. Mangrove damage often occurs in several areas so that the preservation of mangroves is very important. One effort to reduce this damage is through rehabilitation activities. This rehabilitation activity aims to restore the condition of mangroves as they were before. The success of these rehabilitation activities can be monitored by remote sensing systems using Landsat Satellite imagery. This research was conducted in June-July 2018. This research method uses descriptive methods that are alternative. The material in this study is Landsat 5 satellite image data for 2008 and Landsat 8 for 2018. Based on the results of the study, the value of changes in a mangrove forests in Kaliwlingi Village, Brebes and Sawojajar Villages, Wanasari District in 2008, 2013 and 2018. The area of mangroves in Kaliwlingi Village, Brebes Subdistrict in 2008-2013 it increased by 101.25 ha, which was 48.42 ha in 2008 and 149.67 ha in 2013. In 2013-2018 it also increased by 184.23 ha, namely 333.9 ha in 2018. In Sawojajar Village, Wanasari Subdistrict, the area of mangroves also increased by 0.09 ha, which was 24.39 ha in 2008 which increased to 24.48 ha in 2013. 2013-2018 also increased by 12.24 ha to 36.72 ha in 2018. The area of mangrove in Kaliwlingi and Sawojajar villages has increased in ten years.

Keywords
Mangrove; Rehabilitasi; Landsat; Rehabilitation

Article Metrics: