1Faculty of Humanities and Education, University Catholic of Musi Charitas Jl. Bangau No.60, 9 Ilir, Kec. Ilir Tim. II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30114, Indonesia
2Faculty of Humanities and Education, University Catholic of Musi Charitas, Indonesia
3Jl. Bangau No.60, 9 Ilir, Kec. Ilir Tim. II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30114, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI55660, author = {Elisabeth Sitorus and Diana Arini}, title = {KETIKA RUMAH BUKAN LAGI SURGA: PARENTAL BURNOUT DAN PERGULATAN IBU PEKERJA INFORMAL DI RANAH DOMESTIK}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {16}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {parental burnout; ibu rumah tangga; konstruksi gender; fenomenologi}, abstract = { Ibu rumah tangga dengan pekerjaan informal di perkotaan berada dalam posisi rentan mengalami parental burnout karena harus menjalankan peran ganda yaitu mengelola rumah tangga, mengasuh anak, dan mencari nafkah di tengah konstruksi gender yang timpang dan minimnya dukungan struktural. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam dinamika parental burnout pada kelompok tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif (IPA), penelitian ini mewawancarai tiga ibu rumah tangga di perkotaan yang berstatus menikah, memiliki pekerjaan informal berbasis rumah, memiliki maksimal dua anak dengan salah satu berusia 0-5 tahun, dan menunjukkan gejala maltreatment dalam pengasuhan. Wawancara semi-terstruktur dilakukan tiga kali pada setiap partisipan dengan durasi 45-70 menit per sesi. Analisis data mengikuti prosedur IPA. Temuan mengungkap empat tema utama: (1) hidup dalam siklus yang tak pernah berakhir, (2) tubuh yang berbicara melalui gejala fisik, (3) ambivalensi antara bertahan dan melarikan diri, dan (4) kesadaran yang menyakitkan tentang ketidakefektifan pengasuhan. Keempat tema membentuk siklus spiral yang saling menguatkan dengan rasa bersalah sebagai katalis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa parental burnout pada ibu rumah tangga pekerja informal bukan semata masalah individu, melainkan problem struktural-sosial yang berakar pada konstruksi gender, nilai budaya, dan kebijakan timpang, sehingga memerlukan intervensi perlu mempertimbangkan aspek moral dan kultur. }, issn = {2829-1859}, pages = {18--33} doi = {10.14710/empati.2027.55660}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/55660} }
Refworks Citation Data :
Ibu rumah tangga dengan pekerjaan informal di perkotaan berada dalam posisi rentan mengalami parental burnout karena harus menjalankan peran ganda yaitu mengelola rumah tangga, mengasuh anak, dan mencari nafkah di tengah konstruksi gender yang timpang dan minimnya dukungan struktural. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam dinamika parental burnout pada kelompok tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif (IPA), penelitian ini mewawancarai tiga ibu rumah tangga di perkotaan yang berstatus menikah, memiliki pekerjaan informal berbasis rumah, memiliki maksimal dua anak dengan salah satu berusia 0-5 tahun, dan menunjukkan gejala maltreatment dalam pengasuhan. Wawancara semi-terstruktur dilakukan tiga kali pada setiap partisipan dengan durasi 45-70 menit per sesi. Analisis data mengikuti prosedur IPA. Temuan mengungkap empat tema utama: (1) hidup dalam siklus yang tak pernah berakhir, (2) tubuh yang berbicara melalui gejala fisik, (3) ambivalensi antara bertahan dan melarikan diri, dan (4) kesadaran yang menyakitkan tentang ketidakefektifan pengasuhan. Keempat tema membentuk siklus spiral yang saling menguatkan dengan rasa bersalah sebagai katalis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa parental burnout pada ibu rumah tangga pekerja informal bukan semata masalah individu, melainkan problem struktural-sosial yang berakar pada konstruksi gender, nilai budaya, dan kebijakan timpang, sehingga memerlukan intervensi perlu mempertimbangkan aspek moral dan kultur.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University