skip to main content

PENGALAMAN DEWASA AWAL YANG MENGALAMI PENELANTARAN MASA ANAK OLEH ORANG TUA: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 22 Jun 2025; Published: 27 Oct 2026.

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologis dengan pendekatan interpretative phenomenological analysis yang bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dewasa awal yang mengalami penelantaran terhadap anak. Penelitian melibatkan tiga partisipan berjenis kelamin laki-laki, berusia antara 19 hingga 25 tahun, yang secara terbuka mengalami penelantaran orangtua mereka pada rentang usia 6 hingga 8 tahun, dan mereka dibesarkan oleh keluarga besar. Metode pengumpulan data dilakukan melalui in-depth interview semi-struktur. Penelitian ini melibatkan tiga partisipan berjenis kelamin laki-laki, berusia antara 19 hingga 25 tahun, yang secara terbuka mengalami penelantaran orangtua mereka pada rentang usia 6 hingga 8 tahun, dan mereka dibesarkan oleh keluarga besar. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi tiga tema induk, yaitu (1) Dinamika pengalaman penelantaran anak, (2) Dampak terpisah kelekatan dengan orangtua, dan (3) Berusaha untuk bangkit. Hasil penelitian menunjukan masih terdapat hambatan emosional maupun perilaku pada partisipan sehingga masih berproses dalam menemukan pembenahan diri. Penelitian yang dilaksanakan diharapkan juga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yang mengalami ditelantarkan oleh orang tua.

Keywords: dewasa awal; interpretative phenomenological analysis; penelantaran anak

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Articles
Language : EN
  1. Boyd, C. (2013). Attachment and abandonment: A study of factors contributing to or hindering the development of trust and functional family behaviour (Issue 1). http://eprints.mdx.ac.uk/15774/
  2. Browne, K., Chou, S., & Whitfield, K. (2012). Child abandonment and its prevention in Europe. https://resourcecentre.savethechildren.net/library/child-abandonment-and-its-prevention-europe
  3. Garjito, D. (2020). Sampai nangis histeris, kabar anak dibuang orang tuanya ini bikin miris. Suara.Com. https://www.suara.com/news/2020/08/26/125355/sampai-nangis-histeris-kabar-bocah-dibuang-orang-tuanya-ini-bikin-miris
  4. Gheorghe, A., Banner, J., Hansen, S. H., Stolborg, U., & Lynnerup, N. (2011). Abandonment of newborn infants: A Danish forensic medical survey 1997-2008. Forensic Science, Medicine, and Pathology, 7(4), 317–321. https://doi.org/10.1007/s12024-011-9253-6
  5. Halim, M. C. (2023). Trauma, anak perempuan yang ditelantarkan ibunya di Depok enggan bicara dan takut bertemu orang. Tempo.Com. https://megapolitan.kompas.com/read/2023/02/07/21084241/trauma-anak-perempuan-yang-ditelantarkan-ibunya-di-depok-enggan-bicara?page=all
  6. Hasanah, S., & Idris. (2022). Dampak pola asuh terhadap pembentukan perilaku anak TKW. Jurnal Pendidikan Sosiologi, 4(1), 24–35
  7. Horton, E. G. (2005). Parent derogation and family bonding among African American and Non-Hispanic white males during middle school. 1–7
  8. Juliano, L., & Suyasa, P. T. Y. S. (2020). Peran self-esteem dalam mencegah emotional distress: Locus of control sebagai antecedent. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 4(1), 224. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v4i1.6924.2020
  9. Juliansyah, R. (2023). Kasus penganiayaan dan penelantaran anak di Depok dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Tempo. https://metro.tempo.co/read/1690012/kasus-penganiayaan-dan-penelantaran-anak-di-depok-dilimpahkan-ke-polda-metro-jaya
  10. La Kahija, Y. F. (2017). Penelitian fenomenologis jalan memahami pengalaman hidup. Kanisius
  11. Lindblom, J., Punamäki, R. L., Flykt, M., Vänskä, M., Nummi, T., Sinkkonen, J., Tiitinen, A., & Tulppala, M. (2016). Early family relationships predict children’s emotion regulation and defense mechanisms. SAGE Open, 6(4). https://doi.org/10.1177/2158244016681393
  12. May, T., Younan, R., & Pilkington, P. D. (2022). Adolescent maladaptive schemas and childhood abuse and neglect: A systematic review and meta-analysis. Clinical Psychology and Psychotherapy, 29(4), 1159–1171. https://doi.org/10.1002/cpp.2712
  13. Montpetit, M. A., & Tiberio, S. S. (2016). Probing resilience: Daily environmental mastery, self-esteem, and stress appraisal. International Journal of Aging and Human Development, 83(4), 311–332. https://doi.org/10.1177/0091415016655162
  14. Salinas-Quiroz, F., del Carmen Domínguez-Espinosa, A., & Mercado, S. P. R. (2023). Impact of attachment styles, need for social approval, and emotional regulation on mental health: A parallel mediation model. Revista de Psicologia (Peru), 41(1), 269–305. https://doi.org/10.18800/psico.202301.011
  15. Sherr, L., Roberts, K. J., & Croome, N. (2017). Emotional distress, resilience and adaptability: A qualitative study of adults who experienced infant abandonment. Health Psychology and Behavioral Medicine, 5(1), 197–213. https://doi.org/10.1080/21642850.2017.1297238
  16. Smith, J. A., Flowers, P., & Larkin, M. (2009). Interpretative phenomenological analysis: theory, method, and research. SAGE Publications
  17. So, S., & Ahn, H. (2021). Adverse childhood experiences and loneliness among young adults: Exploring the roles of attachment styles and resilience
  18. Stern, J. M., Weinberg, J., & Hennessy, M. B. (2010). From freud to a modern understanding of behavioral, physiological, and brain development. Developmental Psychobiology, 52(7), 609–615. https://doi.org/10.1002/dev.20496
  19. Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta
  20. Suryarandika, R. (2018). Diduga sengaja dibuang, anak 7 tahun ini cari orang tuanya. Republika Online. https://news.republika.co.id/berita/p7d21k438/diduga-sengaja-dibuang-anak-7-tahun-ini-cari-orang-tuanya
  21. Sutinah, & Aminah, S. (2018). Child abuse and neglect in orphanages in East Java Province (study on forms of child abuse, anticipatory efforts developed children and the role of the orphanage). Children and Youth Services Review, 93, 24–29. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2018.07.002
  22. Suyatno, B. (2019). Sosiologi anak. Prenadamedia Group
  23. Tambak, S. (2019). Pendidikan etika bergaul islami dalam keluarga: Nilai pendidikan etika berlaku adil orangtua dengan anak dalam pergaulan keluarga perspektif hadits. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 4(1), 1–20. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2019.vol4(1).2910
  24. Thomson, P., & Jaque, S. V. (2018). Childhood adversity and the creative experience in adult professional performing artists. Frontiers in Psychology, 9(FEB), 1–9. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.00111
  25. Wibisono, G. (2015). Kasus penelantaran anak, ortu harus direhab mental & jiwa. Megapolitan Okezone. https://megapolitan.okezone.com/read/2015/05/17/338/1150993/kasus-penelantaran-anak-ortu-harus-direhab-mental-jiwa
  26. Widyarto, W. G., & Rifauddin, M. (2020). Problematika anak pekerja migran di Tulungagung dalam perspektif bimbingan dan konseling. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 5(3), 91–103. https://doi.org/10.17977/um001v5i32020p091

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.