skip to main content

PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN DALAM APLIKASI MODERATED ONLINE SOCIAL THERAPY UNTUK PEMULIHAN KESEHATAN MENTAL REMAJA

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 22 Oct 2024; Published: 4 Feb 2025.
Open Access Copyright 2025 Jurnal EMPATI
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Intervensi digital menawarkan pendekatan yang menjanjikan dalam mendukung remaja yang rentan terhadap gangguan mental. Media ini juga dapat menjadi alternatif yang ekonomis dan menarik bagi para pengguna. Oleh karena itu, diperlukan adanya studi yang mengintegrasikan pengalaman pengguna dengan teknologi canggih dan terbaru untuk mendefinisikan kembali dampak dari intervensi daring dalam bidang kesehatan mental remaja. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan aplikasi web Moderated Online Social Therapy (MOST), sebuah platform media sosial interaktif yang dirancang untuk pemulihan kesehatan mental. Hingga sekarang, model MOST telah diimplementasikan secara efektif dalam enam studi, termasuk empat studi percontohan. Metode penelitian yang digunakan adalah evaluasi dan analisis tinjauan literatur yang diperoleh dari teori dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan permasalahan yang menjadi bahasan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi MOST aman digunakan dan memiliki potensi manfaat terapeutik melalui aspek jejaring sosialnya. Namun, penelitian ini juga mengungkap beberapa tantangan dalam implementasi yang perlu diperhatikan.

 

Fulltext View|Download
Keywords: intervensi digital; kesehatan mental; remaja

Article Metrics:

  1. Bailey, E., Robinson, J., Alvarez-Jimenez, M., Nedeljkovic, M., Valentine, L., Bendall, S., Alfonso, S. d’, Mckechnie, B., & Rice, S. (2020). “I feel a little bit more connected”: A qualitative study of moderated online social therapy for young people with active suicidal ideation. Journal of Medical Internet Research. https://doi.org/10.2196/preprints.24260
  2. D’Alfonso, S., Santesteban-Echarri, O., Rice, S., Wadley, G., Lederman, R., Miles, C., Gleeson, J., & Alvarez-Jimenez, M. (2017). Artificial intelligence-assisted online social therapy for youth mental health. Frontiers in Psychology, 8 (796), 1-9. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2017.00796
  3. Endriyani, S., Lestari, R. D., Lestari, E., & Napitu, I. C. (2022). Gangguan mental dan emosional dan depresi pada remaja. Healthcare Noursing Journal, 4 (2), 429-434. https://journal.umtas.ac.id/index.php/healtcare
  4. Gumelar, G. (2023). Menavigasi tantangan dan menciptakan peluang: Peran vital ilmu psikologi di era kecerdasan buatan. Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi, 12(1), 1–4. https://doi.org/10.21009/jppp.121.01
  5. Kesuma, F., & Kalifia, A. D. (2024). Pengaruh media sosial terhadap tingkat anxiety pada remaja: Sebuah analisis dengan rapidminer. Jurnal Ilmiah
  6. Multidisiplin, 1(3), 177–181. https://doi.org/10.62017/merdeka
  7. Listiyandini, R. A. (2023). Layanan kesehatan mental digital: Urgensi riset dan penerapannya di Indonesia. Jurnal Psikologi Ulayat, 10(1), 1–4. https://doi.org/10.24854/jpu789
  8. Nurhaeni, A., Marisa, D. E., Oktiany, T. (2022). Peningkatan pengetahuan tentang gangguan kesehatan mental pada remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 1 (1), 29-33
  9. Putri, N., Chusniyatuzzamrodah, E., Fauzan Prawira Arya, M., & Indrijati, H. (2022). SEJATI: Aplikasi self-care berbasis kecerdasan buatan sebagai upaya menurunkan risiko depresi bagi remaja. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 2 (1), 607-614. http://e-journal.unair.ac.id/BRPKM
  10. Rachmawati, A. A. (2020). Darurat Kesehatan Mental bagi Remaja. Egsaugm. https://egsa.geo.ugm.ac.id/2020/11/27/darurat-kesehatan-mental-bagi-remaja/
  11. Rice, S., Gleeson, J., Leicester, S., Bendall, S., D’Alfonso, S. (2018). Implementation of the enhanced moderated online social therapy (MOST+) model within a national youth e-mental health service (eheadspace): Protocol for a single group pilot study for help-seeking young people. JMIR Research Protocols, 7(2). https://doi.org/10.2196/resprot.8813
  12. Talati, D. (2023). AI in healthcare domain. Journal of Knowledge Learning and Science Technology, 2(3), 256–262. https://doi.org/10.60087/jklst.vol2.n3.p253
  13. WHO (2022). Kesehatan Mental. https://www-who-int.translate.goog/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
  14. Zakariya, F., Zeniarja, J., & Winarno, S. (2024). Pengembangan Chatbot Kesehatan Mental Menggunakan Algoritma Long Short-Term Memory. Jurnal Media Informatika Budidarma, 8(1), 251-259. https://doi.org/10.30865/mib.v8i1.7177

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.