Faculty of Education, Surabaya State University, JL. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, kota Surabaya, Jawa Timur Indonesia 60213, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI42055, author = {Aminatus Shaleha and Dyah Wiyanita and Haani Grimonia}, title = {HUBUNGAN ANTARA PARASOCIAL RELATIONSHIP DENGAN KESEPIAN PADA REMAJA PENGGEMAR K-POP}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {14}, number = {3}, year = {2025}, keywords = {hubungan parasosial; kesepian; k-pop}, abstract = { Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara parasocial relationship dan kesepian pada remaja penggemar K-Pop. Parasocial relationship didefinisikan sebagai ikatan keintiman yang berkembang antara penggemar dan tokoh media melalui interaksi berkelanjutan dengan tokoh media tersebut seiring waktu. Sementara kesepian merujuk pada ketidaksesuaian dalam hubungan interpersonal, yang dapat menghasilkan pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan, seperti perasaan sedih, keputusasaan, dan kekosongan. Metode sampling yang digunakan adalah simple random sampling, dengan populasi remaja penggemar K-Pop di Pulau Jawa dan sampel penelitian sebanyak 52 responden. Alat pengumpulan data melibatkan penggunaan Skala CPPI untuk mengukur perilaku parasocial relationship dan Skala UCLA Loneliness ver. 3 untuk mengukur variabel kesepian, keduanya terdiri dari 20 item. Analisis data menunjukkan hasil korelasi (r) sebesar 0.231. Meskipun demikian, p-value sebesar 0.099 melebihi tingkat signifikansi 0.05, mengindikasikan bahwa korelasi antara parasocial relationship dan kesepian tidak mencapai tingkat signifikansi statistik yang diperlukan dalam penelitian ini. }, issn = {2829-1859}, pages = {228--234} doi = {10.14710/empati.2025.42055}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/42055} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara parasocial relationship dan kesepian pada remaja penggemar K-Pop. Parasocial relationship didefinisikan sebagai ikatan keintiman yang berkembang antara penggemar dan tokoh media melalui interaksi berkelanjutan dengan tokoh media tersebut seiring waktu. Sementara kesepian merujuk pada ketidaksesuaian dalam hubungan interpersonal, yang dapat menghasilkan pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan, seperti perasaan sedih, keputusasaan, dan kekosongan. Metode sampling yang digunakan adalah simple random sampling, dengan populasi remaja penggemar K-Pop di Pulau Jawa dan sampel penelitian sebanyak 52 responden. Alat pengumpulan data melibatkan penggunaan Skala CPPI untuk mengukur perilaku parasocial relationship dan Skala UCLA Loneliness ver. 3 untuk mengukur variabel kesepian, keduanya terdiri dari 20 item. Analisis data menunjukkan hasil korelasi (r) sebesar 0.231. Meskipun demikian, p-value sebesar 0.099 melebihi tingkat signifikansi 0.05, mengindikasikan bahwa korelasi antara parasocial relationship dan kesepian tidak mencapai tingkat signifikansi statistik yang diperlukan dalam penelitian ini.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University