skip to main content

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 26 Nov 2022; Published: 26 Nov 2022.
Open Access Copyright 2022 Jurnal EMPATI
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Dukungan sosial adalah dukungan yang dapat diperoleh dari berbagai pihak yaitu keluarga, orangtua, atau teman. Kecemasan menghadapi dunia kerja adalah sebuah perasaan khawatir yang timbul saat individu menghadapi atau mulai memasuki dunia kerja. Sampel penelitian berjumlah 210 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala model likert yang terdiri dari dua skala, yaitu skala Dukungan Sosial Orangtua (46 aitem, α=0,952) dan skala Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja (39 aitem, α=0,904) yang sudah dilakukan uji coba pada 54 mahasiswa. Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana yang menunjukkan koefisien korelasi R = -0,337, dengan nilai (t = -5,158 ; p< 0,001), R2 = 0,113, F = (1, 208) = 26,602, p< 0,001 dan β= -0,337. Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan kecemasan menghadapi dunia kerja. Semakin positif dukungan sosial orangtua maka semakin rendah kecemasan menghadapi dunia kerja. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,113, artinya dukungan sosial orangtua memberikan sumbangan efektif sebesar 11,3% pada kecemasan menghadapi dunia kerja, sedangkan 88,7% lainnya dipengaruhi oleh faktor lainya di luar penelitian ini.

Fulltext View|Download
Keywords: dukungan sosial orangtua; kecemasan menghadapi dunia kerja; mahasiswa tingkat akhir

Article Metrics:

  1. Alfaruqy, M.Z. (2022). Generasi Z dan nilai-nilai yang dipersepsikan dari orangtuanya. Psyche: Jurnal Psikologi, 4(1), 84-95. https://doi.org/10.36269/psyche.v4i1.658
  2. Alfaruqy, M.Z., Dewi, A.C., & Emeralda, V. T. (2022). Konstruksi sosialisasi nilai: Perspektif remaja dan orangtuanya. Psychocentrum Review, 4(1), 55-66. https://doi.org/10.26539/pcr.41816
  3. Apollo & Cahyadi, A. (2012). Konflik peran ganda perempuan menikah yang bekerja ditinjau dari dukungan sosial keluarga dan penyesuaian diri [Skripsi tidak dipublikasi]. Universitas Katolik Widya Mandala
  4. Apollo. (2007). Hubungan antara dukungan sosial dengan perasaan malu pada remaja [Skripsi tidak dipublikasi]. Universitas Katolik Widya Mandala
  5. Azizah, L. M. (2011). Keperawatan lanjut usia edisi pertama. Yogyakarta
  6. Fadlilah, N. (2010). Hubungan antara self efficacy dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester VII Prodi Psikologi Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya [Skripsi yang tidak dipublikasi]. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
  7. Hafid, A., & Muhid, A. (2014). Hubungan antara dukungan sosial orang tua dan religiusitas dengan agresivitas remaja anggota perguruan pencak silat di Bojonegoro. Jurnal Psikologi Indonesia, 3(3), 205–212. https://doi.org/10.30996/persona.v3i03.410
  8. Hurlock, B. E., (2002). Psikologi perkembangan suatu pendekatan rentang kehidupan (5th edition). Erlangga
  9. Lalita, T. V. (2014) Hubungan antara self efficacy dengan kecemasan pada remaja yang putus sekolah. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 3(2), 60-66
  10. Lestari, S. (2012). Psikologi keluarga: Penanaman nilai dan penanaman konflik. Kencana Prenada Media Group
  11. Mayes, L., & Lewis, M. (2012). The Cambridge handbook of environment in human development. Cambridge University Press
  12. Nashriyah, S. Q. (2013). Hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan sosial keluarga dengan kematangan karir pada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNS [Skripsi Universitas Sebelas Maret]. Institutional Repository UNS. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/34097/Hubungan-Antara-Penyesuaian-Diri-Dan-Dukungan-Sosial-Keluarga-Dengan-Kematangan-Karir-Pada-Mahasiswa-Program-Studi-Ilmu-Komunikasi-Fisip-Uns
  13. Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Grenee B. (2005). Psikologi abnormal jilid 1 (5th ed.). Erlangga
  14. Nugroho, T. F. A. (2010). Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta [Skripsi, Universitas Sanata Dharma]. Repository Universitas Sanata Dharma. https://repository.usd.ac.id/28868/
  15. Papalia, D. E., Strens, H. L., Feldman, R. D., & Camp, C. (2007). Adult and aging. Kencana
  16. Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development. Salemba Humanika
  17. Pratiwi, N. Y. (2018). Hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi pensiun. [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta]. Institutional Repository Universitas Muhammadiyah Surakarta. http://eprints.ums.ac.id/67110/
  18. Pusparisa, Y. (2019, Mei 17). Angka pengangguran lulusan universitas meningkat. Katadata. https://katadata.co.id/infografik/2019/05/17/angka-pengangguran-lulusan-perguruan-tinggi-meningkat
  19. Santrock, J.W. (2002). Life-span development: Perkembangan masa hidup (5th ed.). Erlangga
  20. Seftiawan, D. (2018, Maret 26). 630.000 orang sarjana masih menganggur. Pikiran rakyat. http://www.pikiranrakyat.com/pendidikan/2018/03/26/630000-orang-sarjana-masih-menganggur-421873engan
  21. Tarmidi., & Rambe, A.R. R. (2010). Korelasi antara dukungan sosial orangtua dan self-directed learning pada siswa SMA. Jurnal Psikologi, 37, 216-223. https://doi.org/10.22146/jpsi.7733
  22. Taylor, E. S. (2009). Health psychology (8th ed.). McGrawHill

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.