skip to main content

KEMATANGAN EMOSI DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PEREMPUAN YANG MENIKAH MUDA DI KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BATANG

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Open Access Copyright 2022 Jurnal EMPATI
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Pernikahan usia muda di Kecamatan Bandar Kabupaten Batang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, tetapi angka perceraian juga meningkat terutama pada pasangan yang saat menikah berusia kurang dari 20 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kematangan emosi dengan kepuasan pernikahan pada perempuan yang menikah muda di Kecamatan Bandar Kabupaten Batang.  Sebanyak 117 perempuan yang dulunya menikah di bawah usia 20 tahun dan merupakan warga Kecamatan Bandar Kabupaten Batang menjadi partisipan dalam penelitian ini. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Kematangan Emosi (12 aitem; α= 0,776) dan Skala Kepuasan Pernikahan (43 aitem; α= 0,944). Hasil uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kematangan emosi dengan kepuasan pernikahan (rs= 0,527, p= 0,000). Hal ini berarti, semakin baik kematangan emosi responden, semakin tinggi pula kepuasan pernikahannya, dan sebaliknya. Lebih lanjut, partisipan penelitian ini memiliki karakteristik sebagai berikut: rentang usia perkawinan partisipan adalah 2-10 tahun, dengan latar belakang pendidikan beragam dari SD hingga SMA, serta mayoritas ibu rumah tangga. Temuan ini perlu diperdalam dengan melakukan penelitian serupa pada pasangan dengan usia perkawinan di bawah dua tahun atau pada pasangan dengan peran ganda karena bekerja. Pada penelitian ini, kematangan emosi dan kepuasan pernikahan partisipan mungkin dipengaruhi oleh umur perkawinan yang memungkinkan terjadinya penyesuaian perkawinan dengan baik.

Fulltext View|Download
Keywords: kematangan emosi; kepuasan pernikahan; pernikahan usia muda

Article Metrics:

  1. Damarrini, G. A. (2018). Perbedaan kepuasan perkawinan dan subjective well being antara istri yang tinggal bersama mertua dengan istri yang tinggal terpisah dari mertua [Skripsi, Universitas Sanata Dharma]. Repository USD. https://repository.usd.ac.id/15933/
  2. Dariyo, A. (2007). Psikologi perkembangan. Refika Aditama
  3. Duvall, E. M., & Miller, B. C. (1985). Marriage and family development. Harper and Row
  4. Fowers, B.J & Olson, D.H. (1993). Enrich marital scale: A brief research and clinical tool. Journey of Family Psychology, 7(2), 176-185
  5. Goleman, D. (1999). Emotional intellegence. Gramedia Pustaka
  6. Mambaya. (2011). Faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini di Kelurahan Pangli Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara. Jurnal MKMI, 7(1), 105-110
  7. Murdiana, S. (2015). Penyelesaian konflik perkawinan ditinjau dari usia perkawinan. IJAS, 5(3), 132-142
  8. Nadia. (2018). Hubungan resolusi konflik dengan kepuasan pernikahan pasangan suami istri bekerja pada usia pernikahan 3-5 tahun [Skripsi, Universitas Syiah Kuala]. Jurnal Unsyah. http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/suloh/article/download/14101/10683
  9. Novia, R. (2018, Juli 25). Wuih, sampai juni ada 897 janda baru. Radar Pekalongan https://radarpekalongan.co.id/40490/wuih-sampai-juni-ada-897-janda-baru/
  10. Nurpratiwi, A. (2010). Pengaruh kematangan emosi dan usia saat menikah terhadap kepuasan pernikahan pada dewasa awal [Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah]. Repository UIN Jakarta. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/2557/1/Aulia%20nurpratiwi-Fps.Pdf
  11. Papalia, D.E, Olds, S.W & Feldman, R.D. (2009). Human development (10th ed.). Salemba Humanika
  12. Prasetya, B. E. A. (2007). Usia kronologis dan usia pernikahan sebagai perdiktor kepuasan pernikahan pada kaum istri di Metro Manila. Anima Indonesia Psycological Journal, 22(2), 101-107
  13. Puspitasari, D.M, Yuliadi, I dan Setyanto, A.T. (2016). Kepuasan pernikahan ditinjau dari marital expectation dan keintiman hubungan pada pasangan taaruf. Jurnal Wacana, 8(2), 1-15
  14. Putri, A.Y.D. (2018). Kematangan emosi dan kepuasan pernikahan pada istri yang menjalani pernikahan jarak jauh [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Malang]. Eprints UMM. http://eprints.umm.ac.id/43465/1/SKRIPSI.pdf
  15. Sari, A.H. (2011). Pengaruh kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah terhdadap kepuasan pernikahan wanita yang melakukan pernikahan dini [Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayataullah]. Repository UINJKT. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/6127
  16. Srisusanti, S.& Zulkaida, A. (2013). Studi deskriptif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan perkawinan pada istri. UG Jurnal, 7(6), 8-12
  17. Vonika, R.& Munthe, R.A. (2018). Hubungan kematangan emosi dengan kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 17(1), 31-41
  18. Walgito, B. (2010). Bimbingan & konseling pernikahan. Andi Offset
  19. Zuhri,D.F. (2017). Faktor-faktor pendorong pernikahan usia dini dan dampaknya di Desa Sidoharjo Kecamatan Bawang Kabupaten Batang [Skripsi, Universitas Negeri Semarang]. Lib Unnes. http://lib.unnes.ac.id/29709/1/1201413028.pdf

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.