skip to main content

HUBUNGAN ANTARA GRATITUDE DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PENGURUS PENERIMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA BULAKWARU, TARUB TEGAL

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Open Access Copyright 2022 Jurnal EMPATI under http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gratitude dengan subjective well-being pada pengurus penerima program keluarga harapan (PKH) di Desa Bulakwaru Kabupaten Tegal. Gratitude merupakan rasa terima kasih (rasa syukur) yang memperkuat kebaikan dalam kehidupan individu dan sebagai cara menerima dan menghargai apa yang terjadi dalam kehidupannya. Subjective well-being merupakan penilaian atau evaluasi individu terhadap kehidupannya yang meliputi evaluasi kognitif (kepuasan hidup) dan afektif (emosi) dalam hal ini emosi positif yang lebih dominan daripada emosi negatifnya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 402 pengurus penerima PKH dengan sampel penelitian 190 pengurus. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Penelitian  ini menggunakan 2 skala sebagai alat ukur yaitu skala gratitude (20 aitem, α= 0,829)  dan skala subjective well-being  (15 aitem, α= 0,768). Analisis data menggunakan analisis Spearman’s Rho, hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,338 dan p = 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima, yaitu terdapat hubungan positif antara gratitude dengan subjective well-being. Semakin tinggi gratitude seseorang, maka semakin tinggi pula subjective well-being yang dimiliki, sebaliknya semakin rendah gratitude maka semakin rendah pula subjective well-beingnya.

 

 

Fulltext View|Download
Keywords: gratitude; pengurus penerima PKH; subjective well-being

Article Metrics:

  1. Arief, M. F., & Habibah, N. (2015). Pengaruh strategi aktivitas (bersyukur dan optimis)
  2. terhadap peningkatan kebahagiaan mahasiswa S1 pendidikan guru sekolah dasar
  3. Seminar Psikologi dan Kemanusiaan (Psychology Forum) (pp. 198-205). Universitas
  4. Muhammadiyah Malang
  5. Chan, D. W. (2013). Subjective well-being of hong kong chinese teachers: The contribution of
  6. gratitude, forgiveness, and the orientations to happiness. Teaching and Teacher
  7. Education, 32, 22-30
  8. Compton. W. C .(2005). An introduction of positive pychology. Thomson Learning Inc
  9. Diener, E. (2009). Subjective well being. Dalam E. Diener (Ed). The sciense ofwell being: The
  10. collected works of Ed Diener. Springer
  11. DJA Kemenkeu (2015). Kajian PKH (Program Keluarga Harapan). DJA Kemenkeu
  12. Eid, M., & Larsen, R. J. (2008). The sciense of subjective well-being. Guilford Press
  13. Gunawan, G., Dewi, R. S., & Fatmawati, G. N. (2017). Perkembangan terkini kondisi sosial
  14. ekonomi Kabupaten Tegal. BPS Kabupaten Tegal
  15. Hadjam, M. N. R., & Nasiruddin, A. (2003). Peranan kesulitan ekonomi, kepuasan kerja dan
  16. religiusitas terhadap kesejahteraan psikologis. Jurnal Psikologi, (2), 72-80
  17. Haryanto, H. C., & Kertamuda, F. E. (2016). Syukur dan sebuah pemaknaan. Insight, 18(2), 109-
  18. Kertamuda, F. E. (2009). Konseling pernikahan untuk keluarga Indonesia. Salemba Humanika
  19. Liputo, S. (2014). Distres psikologik dan disfungsi sosial di kalangan masyarakat miskin kota
  20. malang. Jurnal Sains dan Praktik Psikologi, 2(3), 286-295
  21. Nataya, E. J., & Supriyadi, S. N. (2017). Pemberdayaan keluarga penerima manfaat melalui
  22. program keluarga harapan di Kelurahan Kelun Kecamatan Kurtoharjokota Madiun
  23. Jurnal Sosiologi DILEMA, 32(2), 1-9
  24. Nazara, S., & Rahayu, S. K. (2013). Program Keluarga Harapan (PKH): Program bantuan dana
  25. tunai bersyarat di Indonesia. International Policy Centre for Inclusive Growth (Policy
  26. Research Brief), 42, 1-5
  27. Novianty, S. & Goei, Y. A. (2013). Pengaruh gratitude terhadap kepuasan pernikahan. Jurnal
  28. Psikologi Ulayat, 1(2), 177-188
  29. Puspita, D. W. (2015). Analisis determinan kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Journal of
  30. Economics and Policy, 8(1), 100-107
  31. Putri, A. A., Sukarti., & Rachmawati, M. A. (2016). Pelatihan gratitude dengan kualitas hidup
  32. guru sekolah inklusi. Jurnal intervensi psikologi, 8 (1), 21-40
  33. Snyder, C. R., & Lopez. S. J. (2007). Positive psychology: the scientific and pratical explorations
  34. of human strengths. Sage Publications, Inc
  35. Snyder, C. R., Lopez, S. J., Pedrotti, T. J. (2011). Positive psychology: The scientific and
  36. practical explorations of human strengths (2
  37. nd ed). Sage Publications
  38. Soekanto, S. (1998). Sosiologi suatu pengantar (4th ed.). Raja Grafindo Persada
  39. Utami, M. S (2012). Religiusitas, koping religius dan kesejahteraan subjectif. Jurnal
  40. Psikologi, 39(1), 46-66
  41. Watkins, P. C., Woodward, K., Stone, T., & Kolts, R. L. (2003). Gratitude and happiness:
  42. developmental measure of gratitude, and relationships with subjective well being. Social
  43. Behavioral and Personality, 31(5), 431-452
  44. Watkins, P. C. (2014). Gratitude and good life. Springer
  45. Widiastuti, M., & Yuniarti, K. W. (2017). Penerimaan diri sebagai mediator hubungan antara
  46. religiusitas dengan kecemasan pada penyandang diabetes melitus tipe 2. Psikologika,
  47. (1), 1-13

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.