PENGALAMAN REMAJA KORBAN BROKEN HOME (STUDI KUALITATIF FENOMENOLOGIS)

Desi Wulandari, Nailul Fauziah

Abstract


Keluarga adalah suatu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama dengan hubungan darah atau ikatan pernikahan. Perselisihan dalam keluarga dapat menimbulkan keretakan keluarga atau krisis keluarga atau broken home. Keadaan keluarga yang krisis dapat menimbulkan kerugian pada banyak pihak terutama pada anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan memahami pengalaman individu saat remaja yang menjadi korban broken home serta memberikan gambaran mengenai bagaimana remaja yang menjadi korban broken home dapat bertahan dan menjalani kehidupan. Metode digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologis dengan metode analisis eksplikasi data. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara semi-terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive. Partisipan berjumlah tiga orang, partisipan merupakan perempuan dan berusia remaja saat keadaan keluarga broken home. Temuan dari penelitian ini, ketiga partisipan dapat bertahan pada keadaan keluarga yang broken home karena adanya penerimaan diri yang positif. Ketiga subjek mengaku bahwa penerimaan diri yang muncul dipengaruhi oleh religiusitas dan dukungan emosional dari lingkungan. Ketiga subjek mampu membangun kemampuan resiliensi ditunjukkan dengan bangkit kembali dan memiliki harapan untuk masa depan.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


---------------------------------------------------------------------------

Jurnal Empati

Fakultas Psikologi UNDIP

Gedung Dekanat Fakultas Psikologi

Universitas Diponegoro - psikologi@undip.ac.id


 


Creative Commons License
Empati by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/empati is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats