skip to main content

HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN INTENSI PROSOSIAL PADA SISWA-SISWI MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH KUDUS

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Religiusitas dengan Intensi Perilaku Prososial pada Siswa-siswi Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kudus. Yang akan diukur dalam penelitian ini adalah aspek-aspek dari variabel Religiusitas dan variabel Intensi Prososial. Populasi pada penelitian ini adalah Siswa Madrasah Aliyah (MA) Pondok pesantren Muhammadiyah Kudus, Siswa madrasah Aliyah Muhammadiyah Kudus memiliki dua jurusan kelas IPA dan IPS dengan jumlah siswa sebanyak 197 anak. Kelas 10 sebanyak 76 anak, kelas 11 sebanyak 68 anak, dan kelas 12 sebanyak 53 anak .Sampel penelitian berjumlah 92 orang diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Religiusitas (40 aitem, α = .93) dan Skala Intensi Prososial (36 aitem, α = .94). Dalam penelitian ini tidak menggunakan analisis parametrik karena data variabel religiusitas terdistribusi tidak normal, sehingga tidak memenuhi syarat uji asumsi untuk menggunakan analisis parametrik. Hasil analisis non parametrik Spearman’s menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Religiusitas dengan Intensi Prososial pada Siswa-siswi Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kudus dengan rxy .61, p = .000 (p < .05), Koefisien korelasi tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel Religiusitas dengan variabel Intensi Prososial. Nilai pada koefisien korelasi rxy menunjukkan hubungan Positif dan p = .000 (p < .05) menunjukan hubungan yang signifikan, semakin tinggi religiusitas maka akan semakin tinggi intensi prososial seseorang, begitu juga sebaliknya semakin rendah religiusitas maka semakin rendah intensi prososial
Fulltext View|Download
Keywords: religiusitas; prososial

Article Metrics:

  1. Ali A. & Osvaldo S. (2013). Religious Context and Prosociality: An Experimental Study from Valpara´ıso, Chile. Journal for the Scientific Study of Religion, 52(3), 627-637
  2. Ajzen, I. (2005). Attitudes, Personality, and Behavior. Second edition. New York: Open University Press
  3. Amrullah, Najib. (2008). Religiusitas dan kecerdasan emosional dalam kaitannya dengan kinerja guru di MAN 2 banjarmasin. http://lib.uinmalang.ac.id/files/thesis/chapter_ii/06920012.pdf diunduh 5 Februari 2014
  4. Azwar, S. (2014). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  5. David. G. Myers. (2012). Psikologi sosial. Jakarta : Salemba Humanika
  6. Dayakisni, T. , Hudaniah. (2015). Psikologi sosial. Malang: UMM Press
  7. Cahyaningroom, E. A. (2015). Hubungan antara intensitas menonton tayangan reality show televisi dengan perilaku prososial (Dra. Partini, M.Si). Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta
  8. Hasnida (2002). Crowding (kesesakan) dan density (kepadatan). USU Digital Library
  9. Haryati. D. Tutik (2013). Kematangan emosi, religiusitas dan perilaku prososial perawat di rumah sakit : Jurnal Psikologi Indonesia, 2(2), 162 – 172
  10. Jalaludin. (2012). Psikologi agama. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
  11. Juliwati & Suharnan (2014). Religiusitas, empati dan perilaku prososial jemaat gkt hosana bumi permai : Persona, Jurnal Psikologi Indonesia, 2(3), 130 – 140
  12. Oviedo L. (2015). almost without exception, an understanding of religion as positively correlated with prosocial behavior. Religion, Brain & Behavior, 6(2), 169-184
  13. Muryadi & Andik M (2012). Religiusitas, kecerdasan emosi dan perilaku prososial guru : Jurnal Psikologi, 7(2), 544-561
  14. Nashori, F Mucharam. R. D. (2002). Mengembangkan kreativitas dalam erspektif psikologi islami. Yogyakarta: menara Kudus
  15. Novita.C. P. (2016). Hubungan antara religiusitas dengan perilaku prososial pada santri pesantren modern di kota banda aceh. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
  16. Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang pendidikan nasional
  17. Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan
  18. peraturan pemerintah No. 29 Tahun 1990 (Bab I,Pasal 1,Ayat 4) tentang pendidikan menegah
  19. Pertiwi. F. D & Masykur. A. M (2014). Hubungan antara konformitas dengan intensi prososial pada remaja binaan pemasyarakatan lapas anak kelas II A kutoarjo. Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Semarang, 3(1), 5-6
  20. Ramayulis, & Nizar, S. (2009). Filsafat pendidikan islam: telaah sistem pendidikan dan pemikiran para tokohnya. Jakarta: Kalam Mulia
  21. Robert. A. Byaron & Donn Byrne. (2005). Psiklogi sosial. Jakarta: Erlangga
  22. Sam A. Hardy & Gustavo Carlo. (2005). Religiosity and prosocial behaviours in adolescence: the mediating role of prosocial values. Journal of Moral Education, 34(2), 242
  23. Sarwono. S. W & Meinarno. E. A. (2009). Psikologi sosial. Jakarta Salemba Humanika
  24. Subandi. (2013). Psikologi agama & kesehatan mental. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  25. Sugiyono. (2013). Metode Ppenelitian kuantitatif, kualitatif dan r&d. Bandung : Alfabeta
  26. Suharsimi, Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik): Jakarta: Rineka Cipta
  27. Thouless, R. H. (2000). Pengantar psikologi agama. Terjemahan Machnun Husein. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
  28. Winarsunu, Tulus. (2004). Statistik dalam peneltian psikologi dan pendidikan. Malang : UMM Press
  29. Zainudin & Hidayat. (2008). Hubungan Intensi Pro-Sosial Pustakawan dengan Pengguna pada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Baperasda) Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi. 2(4), 47-48

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.