skip to main content

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA UNDIP

1Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

2Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Penyesuaian diri merupakan usaha yang dilakukan individu ketika menghadapi perubahaan situasi dan kondisi di lingkungan yang baru  agar tercapai keharmonisan antara tuntutan diri dengan harapan dari lingkungan tempat individu berada. Kecerdasan spiritual adalah kemampuan individu dalam hal memberikan makna pada setiap peristiwa hidup yang terjadi sehingga dapat menilai tindakan yang dilakukan lebih bermakna dibandingkan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas Sains dan Matematika Undip. Populasi penelitian adalah 336 mahasiswa yang berasal dari luar Provinsi Jawa Tengah di Fakultas Sains dan Matematika Undip. Sampel penelitian berjumlah 181 orang yang diperoleh dengan teknik conveniece sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kecerdasan Spiritual (56 aitem, α = 0,949) dan Penyesuaian Diri (39 aitem, α = 0,917). Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan nilai (rxy)= 0,590 dengan P=0,000 (p<0,05), artinya terdapat hubungan positif antara variabel kecerdasan spiritual dengan penyesuaian diri. Kecerdasan spiritual memberikan sumbangan efektif  sebesar 34,8% terhadap penyesuaian diri pada penelitian ini.

Fulltext View|Download
Keywords: penyesuaian diri, kecerdasan spiritual, mahasiswa tahun pertama

Article Metrics:

  1. Agustiani, H. A. (2009). Psikologi perkembangan: Pendekatan ekologi kaitannya dengan konsep diri dan penyesuaian diri pada remaja. Bandung: Refika Aditama
  2. Ali, M. & Asori, M. (2008). Psikologi remaja: Perkembangan peserta didik. Jakarta: Bumi Aksara
  3. Fatimah, E. (2010). Psikologi perkembangan: Perkemabangan peserta didik. Bandung: Pustaka Setia
  4. Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (2004). Psikologi praktis: Anak, remaja, dan keluarga. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia
  5. Lee, J., Koeske, G. F., & Sales, E. (2004). Social support buffering af acculturative stress: A study of mental health symptoms among Korean international students. Journal of Intercultural Relations, 28, 399-414. Retrieved from: http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20320186-S-Indah%20 Aprianti.pdf
  6. Safaria, T. (2007). Spritual intelligence: Metode pengembangan kecerdasan spiritual anak. Yogyakarta: Graha Ilmu
  7. Santrock, J. W. (2011). Life-span development (13th ed.). Jakarta: Erlangga
  8. Schneiders, A. A. (1964). Personal adjustment and mental health. New York, NY: Rinehart and Winston, Inc
  9. Setyawan, R. (2015). Hubungan antara kecerdasan spiritual dengan perkembangan moral pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (Skripsi, Universitas Muhammadiyah, Surakarta)
  10. Vidyanindita, A. N., Agustin, R, W., & Setyanto, A. T. (2017). Perbedaan penyesuaian diri ditinjau dari konsep diri dan tipe kepribadian antara mahasiswa lokal dan perantau di fakultas kedokteran universitas sebelas maret. Jurnal Wacana Psikologi, 9(18), 39-52. Diunduh dari: http://jurnalwacana.psikologi.fk.uns.ac.id/index.php/ wacana/article/ view/110/109
  11. Zohar & Marshall, I. (2007). SQ: Spiritual intelligence the ultimate intelligence. Bandung: Penerbit Mizan Media Utama

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.